Home / Uncategorized / Surat Edaran Mendagri Tentang Status Hukum Organisasi NU

Surat Edaran Mendagri Tentang Status Hukum Organisasi NU

Inilah 3 Poin Penting Surat Edaran Mendagri Tentang Status Hukum Organisasi NU

 

 

JAKARTA – Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia) dalam mengatasi permasalahan terkait status hukum organisasi NU telah mengeluarkan surat edaran kepada Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia soal Penjelasan Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai badan hukum.

Surat bernomor 450.7/1003/POLPUM yang ditandatangani Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Soedarno ini menindaklanjuti SE Menteri Dalam Negeri no 900, dan Surat Ketua Umum PBNU No 370 tentang Dana Hibah kepada Struktur dan Perangkat Organisasi Nahdlatul Ulama di daerah.

Ada tiga poin penting.

  1. NU sebagai organisasi yang berdiri sejak sebelum Kemerdekaan RI, dan konsisten mempertahankan NKRI, tetap diakui keberadaannya dan kesejarahannya sebagai aset bangsa, tidak perlu melakukan pendaftaran sesuai ketentuan UU.
  2. NU telah resmi mendapatkan legalitas badan hukum dari pemerintah sejak 6 Februari 1930.
  3. NU telah memiliki badan hukum dan tidak perlu mendaftar ulang kepada pemerintah dan pemerintah daerah, begitu juga badan otonom di bawah organisasi NU sehingga dapat diberi hibah sesuai ketentan peraturan perundang-undangan. ()

Berikut ini salinan SE Kemendagri:

 

***

***

 

***

 

 

Dengan adanya surat edaran dari mendagri tersebut, organisasi Nahdatul Ulama dari pusat hingga daerah tidak perlu mendaftarkan ulang kepada pemerintah pusat maupun daerah tentang status hukum organisasi terhadap perundang-undangan di Indonesia.  (al/ansornews.com)

 

source: http://ansornews.com/read/20160314/penting-ini-penjelasan-kemendagri-soal-organisasi-nu-organ-di-bawahnya.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Beda Tingkatan antara "Orang Alim" dan "Orang Sholih"

Beda Tingkatan antara “Orang Alim” dan “Orang Sholih”. Dalam beberapa literatur Kitab Kuning yang saat ...