Sufyan al-Tsauri: Lautan Ilmu dari Kufah

Sufyan al-Tsauri: Samudera Ilmu dari Kufah

Sufyan al-Tsauri: Lautan Ilmu dari Kufah


Sufyan al-Tsauri ialah ulama generasi tabi’ tabi’in yang luar biasa. Lahir pada tahun 715 dan wafat 778 Masehi — kisaran 1200 tahun yang lalu.

Beliau ini ternasuk ulama yang paling komplit: dalam bidang tasawuf beliau termasuk 8 waliyullah yang disebut oleh Abu Nu’aim. Dalam bidang Hadis, beliau ini digelari Amirul Mukminin fil Hadis. Dalam bidang Fiqh, beliau ini dinilai sejajar atau bahkan melebihi 4 imam mazhab. Beliau mempunyai mazhab sendiri yaitu Al-Tsauri. Dalam bidang tafsir, siapa saja yang membaca tafsir klasik semisal tafsir al-Thabari akan menjumpai banyaknya kutipan dari Sufyan al-Tsauri.

Lahir di Kufah, dari Famili ulama, awalnya ia belajar pada Ja’far As-Shadiq. Diriwayatkan pada mulanya Sufyan bermazhab Syi’ah tetapi sesudah ia geser ke kota Basrah, ia ikut paham ahlus sunnah wal jama’ah.

Imam Ahmad bin Hanbal menyebut Sufyan selaku ahli fiqh. Ulama lain menjelaskan Sufyan ini lebih alim dalam soal fiqh daripada Abu Hanifah dan lebih alim soal Hadis daripada Imam Malik –yang disebut terakhir ini konon pernah berguru pada Sufyan tapi saya belum cek kebenaran informasi ini.

En toch walaupun begitu hebat ilmunya, Sufyan al-Tsauri terlalu berhati-hati mengeluarkan fatwa. Tidak jarang orang menanti berhari-hari sebab Sang Imam tengah menelaah ulang catatannya sebelum mengeluarkan fatwa atau meriwayatkan hadis.

Sayangnya kitab fiqh yang ditulisnya tidak sampai ke generasi seterusnya. Mazhab Tsauri pun punah tidak lagi ada pengikutnya. Kenapa? Bagian sebabnya sebab ia hidup bersembunyi dari kejaran penguasa, yaitu Khalifah Mansyur (754-775) dan Khalifah al-Mahdi (775-785) dari dinasti abbasiyah. Ulama besar ini Tidak mau hadiah dari khalifah sebab menganggap harta khalifah itu syubhat utawa tidak terang halal-haramnya.

Khalifah al-Mahdi pernah memanggil Sufyan dan mengangkatnya selaku Gubernur Mekkah. Surat pengangkatan diterima Sufyan tapi sesampainya ia di sungai dajlah, surat itu dibuangnya, dan ia menyelamatkan diri tidak sudi mengabdi pada seorang Tiran meski pakai embel-embel khalifah. hingga wafatnya ia hidup dalam pelarian. Itulah bagian karena mazhabnya tidak berkembang.

Beberapa pandangan fiqhnya seperti diriwayatkan Ibn Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid selaku berikut:

1. Dalam cuaca dingin, berwudhu dengan mengusap sepatu selaku ganti membasuh kaki hukumnya sah.

2. Berwudhu secara tertib sesuai urutan itu cuma sunnah, bukan kewajiban. Jadi boleh memulai wudhu dengan membasuh kepala atau tangan terlebih dahulu.

3. Apabila ada ahli fiqh dan ada qari’ maka yang didahulukan jadi imam ialah yang qari’.

Bagaimana dengan tafsirnya? Catatan terserak Sufyan al-Tsauri mengenai hal ayat al-Qur’an ditemukan dalam bentuk manuskrip oleh seorang ulama dari India dan telah diterbitkan semenjak tahun 1983 dengan judul Tafsir Sufyan al-Tsauri.

Kitab Tafsir ini sebab cuma berupa catatan maka tidak seperti kitab tafsir lainnya yang membicarakan runtut ayat per ayat. Isinya lebih fokus pada riwayat Sufyan al-Tsauri akan sejumlah frase atau penggalan ayat Qur’an. Jadi tidak runtut per ayat. walaupun tetap dikelompokkan per surat.

Akan tetapi sedemikian tetap saja ini kitab tafsir yang terlalu berguna sebab bukan saja mempermudah kita melacak pandangan beliau yang selama ini tercecer, kita juga mesti ingat baik-baik waktu membacanya bahwa ini ialah catatan dari seorang ulama yang dinilai lautan ilmu dalam bidang tafsir, hadis, fiqh serta seorang waliyullah.

Khazanah klasik Islam itu Adalah harta ummat Islam yang amat berharga. Mereka yang alergi dengan kitab kuning itu biasanya mereka yang salah paham disangkanya isi kitab kuning itu tidak bersumber dari al-Qur’an dan Hadis atau mengira para santri itu mempertuhankan para ulamanya. Ah…yang bilang begitu biasanya nggak pernah belajar isi kitab kuning. Rugi deehhhh pakai alergi segala… Saya saja yang mengajar di Australia senantiasa berusaha berpatokan ke kitab kuning selaku perwujudan sikap ilmiah saya.

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Monash Law School, Rais Syuriah PCI-NU Australia

Source by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.