Sudan Mundur dari Yaman, Saudi Marah Besar

Sudan Mundur dari Yaman, Saudi Marah Besar

Sudan Mundur dari Yaman, Saudi Marah Besar


Konflik Perang yaman

SUDAN – Sebuah surat berita Arab terkemuka memberitahukan bahwa hubungan antara Riyadh dan Khartoum makin gelap sebab keputusan terakhir Sudan yang ingin meninggalkan gabungan pimpinan Saudi dalam perang Yaman.

Surat al-Araby al-Jadid mengutip sumber diplomatik Sudan dan Mesir menjelaskan pada hari Rabu bahwa para pejabat Sudan sudah menjelaskan untuk Saudi bahwa mereka Ada di bawah intimidasi oposisi untuk menarik Tentara mereka dari Yaman, dan menyerukan Riyadh untuk menemukan jalan sesegera mungkin untuk mengakhiri operasi angkatan bersenjata dan krisis di negara yang dilanda perang.

Baca: Houthi Seru Pemerintah Sudan Tarik Pasukannya dari Yaman

Menurut sumber, para pejabat Saudi sudah mengumumkan kemarahan atas tuntutan Sudan, dan Menegaskan perlunya menunda penarikan Tentara mereka dari Yaman sampai keadaan regional membaik.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya, termasuk Sudan, melancarkan kampanye dahsyat melawan Yaman pada Maret 2015, dengan maksud membawa pemerintah eks Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancur-leburkan gerakan Ansarullah.

Baca: Saudi Datangkan Angkatan Darat Sudan ke Hodeidah, Yaman

Angka legal PBB menjelaskan bahwa lebih dari 16.200 orang sudah meninggal di Yaman semenjak kampanye pemboman yang dipimpin Saudi pada Maret 2015. Tetapi Proyek Data Tempat & Kejadian Konflik Bersenjata (ACLED) percaya bahwa setidaknya 56.000 orang sudah kehilangan nyawa mereka dalam perang Yaman. Aksi anarkis juga sudah menyebabkan kisaran 2 pertiga populasi Yaman yang berjumlah 27 juta orang mengandalkan sokongan di tengah blokade laut dan udara yang terus menerus. Menurut badan dunia, Yaman menderita kelaparan paling parah lebih dari 100 tahun.

Save the Children, badan amal internasional sudah memberitahukan bahwa lebih dari 84.700 bocah kecil di bawah usia 5 tahun mungkin mati kelaparan di Yaman semenjak rezim Saudi dan gabungan sekutunya melancarkan perang brutal kepada negara yang telah miskin itu.

Yaman ialah krisis kemanusiaan terbesar di dunia dengan lebih dari 22 juta orang yang memerlukan dan menyaksikan lonjakan kebutuhan, didorong oleh konflik yang tengah berlangsung, ekonomi yang runtuh dan berkurangnya servis sosial dan mata pencaharian.

Sejumlah negara Barat, AS, Inggris, dan Perancis khususnya, dituduh terlibat dalam agresi yang tengah berlangsung sebab mereka memasok rezim Riyadh dengan senjata hebat dan peralatan angkatan bersenjata serta sokongan logistik dan intelijen.

Baca: Houthi: Sudan Sembunyikan Kematian Pasukan yang Meninggal di Yaman, dari Famili Mereka

Perwakilan Oxfam mengumumkan bahwa pemerintah AS, Inggris, dan Prancis Ada di belakang jutaan orang yang kelaparan di Yaman sebab mereka “menyokong perang ini”.

“Kami mempunyai 14 juta orang yang kelaparan,” Richard Stanforth, pejabat keputusan strategi regional Oxfam Inggris untuk Timur Tengah, menjelaskan untuk RT, dan menambahkan bahwa “Pemerintah Inggris, Prancis, Amerika Ada di belakang ini, mereka seluruh menyokong perang ini”.

Sebuah panel PBB sudah menyusun laporan rinci soal korban sipil yang dikarenakan oleh angkatan bersenjata Saudi dan sekutu-sekutunya selama perang mereka melawan Yaman, menjelaskan gabungan yang dipimpin Riyadh sudah mempergunakan amunisi berpandu presisi dalam serangannya kepada sasaran sipil. (ARN)


Arrahmah News
Shared by Muhammad Zuhdi

You might like

About the Author: Muhammad Zuhdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.