Sosmed, Media Tepat Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan: Sosmed, Media Tepat Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Berdasarkan hasil sejumlah riset menunjukkan bahwa dari 400-an anggota Al Qaeda, 90 persennya justru berasal dari keluarga yang harmonis, dan 75 persennya berpendiikan bagus.

Islam-Institute, JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Luhut Binsar Panjaitan mengimbau, agar generasi muda hati-hati dalam megakses Medsos, karena di Medsos menjadi tempat bertebarannya paham radikal. Himbauan itu diserukan Luhut, saat memberikan sambutan dalam Gelar Seni dan Budaya Nusantara di lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Jumat (30/10) malam.

Menurut Luhut, saat ini, generasi muda menghadapi era digitalisasi yang salah satunya ditandai dengan pesatnya perkembangan sosmed.

“Sosmed juga menjadi  penyebaran radikalisme dan terorisme. Ini challenge,” kata Luhut di hadapan 1.400-an anak muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Menkopolhukam: Sosmed, Media Tepat Tangkal Radikalisme dan Terorisme.

 

Ditambahkan Luhut, selain dengan hard approach, masalah radikalisme dan terorisme juga bisa dihadapi dengan soft approach, misalnya dengan kebijakan pemerataan supaya tidak timbul civil opinion yang berujung pada radikalisme.

Pasalnya, lanjut Luhut,  akar persoalan munculnya radikalisme dan terorisme juga tak lepas dari  masalah ekonomi dan non ekonomi.

Pihaknya mencontohkan, berdasarkan hasil sejumlah riset menunjukkan bahwa dari 400-an anggota Al Qaeda, 90 persennya justru berasal dari keluarga yang harmonis, dan 75 persennya berpendiikan bagus. Hanya saja, mereka melihat kesenjangan dan ketidakadilan. (AL/ARN/MM)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :