Skandal Pemukulan Ajudan Macron Memburuk, Mendagri Prancis Banjir Kecaman

Skandal Pemukulan Ajudan Macron Memburuk, Mendagri Prancis Banjir Kecaman

Skandal Pemukulan Ajudan Macron Memburuk, Mendagri Prancis Banjir Kecaman

PARIS – Skandal terburuk sejauh kepresidenan Emmanuel Macron tampaknya kian mendalam pada hari Sabtu (21/07), seusai menteri dalam negerinya dikecam di parlemen atas tanggapannya kepada pemukulan kepada seorang pendemo yang ditunaikan oleh seorang ajudan keamanan utama Macron.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerard Collomb, dihujani kritik atas skandal tersebut, dengan banyak anggota parlemen oposisi menjelaskan pekerjaannya dipertanyakan seusai laporan pers menyebut bahwa ia tahu mengenai hal aksi anarkis yang ditunaikan Benalla.

Kepala majelis rendah parlemen mengumumkan bahwa Collomb akan dipertanyakan secara publik mulai pukul 10 pagi waktu setempat pada Senin pagi oleh Komisi Hukum Majelis Nasional.

Para anggota parlemen oposisi sudah menuntut supaya Macron, yang sejauh ini tetap diam mengenai hal insiden itu, menerangkan sikap pemerintah seusai video-video pemukulan yang ditunaikan asistennya, Alexandre Benalla, muncul pekan ini.

“Kalau Macron tak menerangkan sendiri, urusan Benalla akan jadi skandal Macron,” kata pemimpin sayap kanan Marine Le Pen dalam sebuah tweet.

Laurent Wauquiez, kepala partai Republik, menuduh pemerintah “mencoba untuk menyamarkan problem negara” dan menjelaskan Macron wajib mengklarifikasi problem ini terhadap rakyat Prancis.

Dan pemimpin sayap kiri Jean-Luc Melenchon dari partai sayap-kiri Prancis, Unbowed, menyebutnya skandal proporsi Watergate dan menuduh Macron “mengorganisir milisi pribadi.”

Watergate ialah nama skandal trik kotor yang menyebabkan pengunduran diri eks presiden AS Richard Nixon pada tahun 1974.

Benalla awalnya diskors tanpa bayaran, tetapi pada hari Jumat Macron mencopot eks asisten keamanannya itu yang ditahan yang diduga secara tak sah menerima rekaman kontrol polisi, dalam usaha untuk membersihkan namanya.

Juga pada hari Sabtu (21/07), 3 petugas polisi yang diduga memberikan rekaman kontrol ke Benalla ditahan.

Mereka dituduh “menyalahgunakan gambar dari sistem kontrol video,” serta “pelanggaran rahasia profesional,” kata kantor kejaksaan.

Prefektur kepolisian Paris menjelaskan bahwa rekaman itu “tak diungkap dengan benar ke pihak ketiga pada malam 18 Juli,” pada malam yang sama surat berita Prancis Le Monde merilis video yang memicu skandal itu.

Video itu, yang diambil dari sebuah smartphone, memperlihatkan Benalla mengenakan helm polisi anti huru-hara dan dikelilingi oleh petugas, menganiaya dan memukul seorang pengunjuk rasa dalam demonstrasi 1 Mei.

Dalam video kedua yang diterbitkan oleh surat berita yang sama pada Kamis malam, Benalla, yang belum pernah jadi polisi, juga tampak dengan kasar menyeret seorang perempuan muda selama bentrokan di alun-alun dekat Rue Mouffetard, sebuah jalan yang indah di arondisemen kelima . (ARN)


Source by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :