Siapakah Ulama, Inilah Ciri-ciri Ulama

Website Islam Institute

Siapakah Ulama, Inilah Ciri-ciri Ulama

Terkait ramainya percakapan mengenai hal ulama seiring pernyataan Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid yang menyebut cawapres Sandiana Uno selaku ulama, sejumlah Sahabat minta saya menulis mengenai hal siapakah “Ulama” itu?

Ulama, kata jamak dari kata tunggal “Aliim”. Secara literal artinya orang-orang yang berilmu. Kata ini disebut dalam Al-Qur’an :

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di kalangan hamba-hamba-Nya hanyalah ulama”. (Q.s .Fathir, 28).Tetapi al-Qur’an menyebut beberapa kata lain yang semakna atau mempunyai konotasi yang sama dengan ulama. Di antaranya : “ulu al-Ilmi”(yang punya ilmu), “ulu al-Albab” (yang mempunyai hati/pengetahuan inti/substantif), “Uli al-Abshar”,(yang punya pengetahun), “Uli al-Nuha”, (yang mempunyai akal yang sehat) dan Ahl al-Dzikir”(yang senantiasa mengingat Tuhan).

Dari Hadits Nabi kita menemukan kata itu dalam kalimat : “Al-Ulama Waratsatul Anbiya”. (Ulama itu pewaris para Nabi).

Ada beberapa predikat yang ditujukan untuk ulama. Di antaranya : Siraj al-Ummah (lampu ummat), “Manar al-Bilad” (menara/mercusuar negara), “Qiwam al-Ummah”, (pilar ummat), “Manabi’ al-Hikam” (sumber kebijaksanaan), dan lain-lain.

Inilah Cir-ciri Ulama

Bagaimana kita mengetahui bahwa seseorang dapat dianggap/disebut ulama? Apa ciri-cirinya?

Habib Abdullah Al-Haddad, dalam kitabnya yang amat terkenal dan dijadikan sumber pengetahuan etika di pesantren, “Nashaih al-Diniyyah”, menyebut sejumlah ciri / tanda / indikator karakter ulama:

فمن علامات العالم : ان يكون خاشعا متواضعا خاءفا مشفقا من خشية الله زاهدا فى الدنيا قانعا باليسير منها منفقا الفاضل عن حاجته مما فى يده. ناصحاً لعباد الله. رحيما بهم أمرا بالمعروف ناهيا عن المنكر. مسارعا فى الخيرات ملا زما للعبادات . ووقار واسع الصدر لا متكبرا ولا طامعا فى الناس ولا حريصا على الدنيا ولا جامعا للمال ولا مانعا له عن حقه ولا فظا ولا غليظا ولا مماريا ولا مخاصما ولا قاسيا ولا ضيق الصدر ولا مخادعا ولا غاشا ولا مقدما للاغنياء على الفقراء ولا مترددا الى السلاطين”

Loading...
loading...

Tanda/ciri orang Alim (ulama) di antaranya : pembawaannya tenang, rendah hati (tawadhu’), senantiasa merasa takut kepada Allah, bersahaja, “nrimo”, suka sedekah, membimbing ummat, menyayangi mereka. Senantiasa mengajak untuk kebaikan dan menghindari keburukan/maksiat. Bersegera dalam kebaikan, suka beribadah, lapang dada, lembut hati, tidak sombong, tidak menginginkan pada pemberian orang, tidak ambisi kemegahan dan jabatan, tidak suka menumpuk-numpuk harta, tidak keras hati, tidak kasar, tidak suka pamer, tidak memusuhi dan tidak suka orang, tidak picik, tidak menipu, tidak licik, tidak mendahulukan orang kaya daripada orang miskin, dan tidak sering-sering berkunjung penjabat pemerintahan/penguasa”.

Sementara Imam al-Ghazali menyebut sifat-sifat/ciri-ciri ulama sebagai berikut :

واعلم ان اللائق بالعالم المتدين ان يكون مطعمه وملبسه ومسكنه وجميع ما يتعلق بمعاشه فى دنياه وسطا. لا يميل الى الترفه والتنعم

“Ketahuilah, bahwa yang layak/pantas disebut ulama ialah orang yang makananannya, pakaiannya, tempat tinggalnya (rumah) dan hal- hal lain yang berhubungan dengan kehidupan duniawi, sederhana, tidak bermewah-mewahan dan tidak keterlaluan dalam kenikmatan.

Lain lagi pandangan Mawlana Jalal al-Din Rumi, penyair sufi besar. Waktu ditanya santrinya : “siapakah yang disebut ulama? Ia tidak mendefinisikannya, tetapi memberikan contoh (perumpamaan) yang amat menarik mengenai hal siapa orang alim (orang berilmu) itu. Katanya : “Dia seperti pohon yang ditanam di tanah yang subur. Tanah itu menjadikan pohon tersebut berdiri kokoh dan kuat dengan daun-daun yang menghijau dan merimbun. Lalu ia mengeluarkan bunga dan menghasilkan buah yang lebat. meskipun ia lah yang menghasilkan bunga dan buah itu, tetapi ia sendiri tidak mengambil buah itu. Buah itu untuk orang lain atau diambil mereka. Kalau manusia dapat memahami bahasa pohon itu, maka ia sesungguhnya berkata :

علمنا الله ان نعطى ولا ان ناخذ

“Kami diajari untuk memberi dan tidak diajari untuk meminta”.

18.09.18

*) Husein Muhammad

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :