Siapa yang Bertanggung Jawab atas Runtuhnya KTT Kim-Trump?

Siapa yang Bertanggung Jawab atas Runtuhnya KTT Kim-Trump?

WASHINGTON – Administrasi Presiden AS Donald Trump bertanggung jawab atas runtuhnya KTT dengan Korea Utara, tidak Demokrat, menurut E. Michael Jones, seorang analis politik Amerika di Indiana.

Jones, seorang penulis, eks profesor, komentator media dan editor majalah Culture Wars ketika ini, membikin pengumuman terbuka itu dalam sebuah wawancara telepon dengan Press TV pada hari Jumat, sesudah Trump menuduh Demokrat “menyapu suci” negosiasi pemerintah dengan Korea Utara.

“Demokrat amat Terang menyerbu kami dalam negosiasi kami dengan Korea Utara,” kata Trump pada hari Jumat.

Jones berkata, “Ini ialah pengakuan yang sungguh-sungguh tak masuk akal. Alasan bahwa KTT gagal ialah administrasi Trump itu sendiri.”

BacaTrump Batalkan Rencana Perjumpaan dengan Kim Jong-Un.

“Trump membikin kekhilafan dengan menuding penghasut terbesar di Amerika selaku penasehat keamanan nasionalnya. Aku berbicara soal John Bolton yang dalam perjumpaan puncak dengan Korea Utara mengumumkan bahwa mereka bakal membikin nasib Korut semirip ‘Libya,’ yang artinya apa yang terjadi pada Gaddafi di bawah Hillary Clinton bakal terjadi pada Kim Jong-un di bawah Trump,” katanya.

“Ini menyebabkan di antara kemarahan Korea Utara, dan memang beginilah. Kenapa seseorang wajib bernegosiasi dengan Amerika Serikat kala hasilnya bakal sebagai hasil dari Mummer Gaddafi?” Tanyanya.

“Dan lalu pada hari Minggu, Wakil Presiden Mike Pence mengulangi retorika yang sama. Dan ini akhirnya berlebihan tidak sedikit. Ini ialah jerami yang mematahkan punggung unta, dan negosiasi runtuh,” kata analis.

“Jadi administrasi Trump tak mempunyai orang guna disalahkan kecuali dirinya sendiri,” katanya.

Model yang Bolton maksud ialah perjanjian Gaddafi pada Desember 2003 guna menyerahkan program senjata nuklir Libya, yang masuk didalamnya memungkinkan sentrifugal uranium guna dikirim menuju AS.

Loading...
loading...

Tetapi Trump tampaknya tak menyadari perjanjian itu, dan menafsirkan “model Libya” yang artinya intervensi NATO 2011 di Libya guna menyokong pemberontakan, yang akhirnya mengarah pada tindakan mematikan Gaddafi di tangan pemberontak yang didukung Barat di Tripoli.

BacaIni Respon Kim Jong-un atas Keputusan Trump yang Membatalkan KTT.

Lalu pada hari Jumat, bagaimanapun, Trump menjelaskan masih bisa jadi KTT yang direncanakan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bisa terjadi pada 12 Juni sebagaimana jadwal semula.

“Kami bakal menyaksikan apa yang terjadi,” kata Trump terhadap awak media di Gedung Putih pada hari Jumat, satu hari sesudah ia membatalkan perjumpaan yang amat dinantikan.

“Itu bahkan dapat sebagai yang ke-12,” katanya mengacu pada tanggal 12 Juni yang ditetapkan guna KTT di Singapura.

“Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang,” kata Trump soal Korea Utara. “Mereka amat ingin melakukannya. Kami ingin melakukannya. Kita bakal lihat apa yang terjadi.”

sebelum ini pada hari Jumat, Trump menyambut tanggapan Pyongyang atas keputusannya guna membatalkan perjumpaan.

Pemerintah Korea Utara menjelaskan pada Jumat pagi, bahwa mereka masih bersedia guna berbicara “kapan saja,” sesudah Trump membatalkan perjumpaan yang amat diantisipasi, mengikuti “kemarahan luar biasa dan permusuhan terbuka” oleh Korea Utara kepada Amerika Serikat. [ARN]


Siapa yang Bertanggung Jawab atas Runtuhnya KTT Kim-Trump?

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :