Shalat Taraweh Tercepat di Jagat Ada di Mantenan Blitar

Loading...
Pernahkah anda melakukan shalat tarawih? Seorang muslim pasti pernah melakukan shalat tarawih yang dikenal mempunyai keutamaan spesial ini. Sebagaimana kita ketahui, tarawih merupakan shalat sunnah yang dilaksanakan pada bulan ramadhan. Shalat ini dikerjakan dengan 20 rakaat. Dan biasanya ditambah dengan shalat witir diakhirnya.

Dengan hitungan total rakaat sebanyak itu, tentunya bakal sangat memerlukan banyak waktu. Bahkan bisa sampai berjam-jam. Tapi tahukah anda, ada beberapa shalat tarawih yang dilaksanakan lumayan cepat? Salah satunya ialah di Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar.

Aktifitas shalat tarawih di sini dilaksanakan dalam waktu 15 menit. Durasi yang singkat ini menarik perhatian anak muda di sekitar pesantren untuk mengikuti shalat sunah pada malam puasa itu. Hitungan total jamaahnya amat fantastis, lebih dari 5000 orang, baik tua maupun muda saban malamnya. Tetapi hampir 75 persennya ialah muda dan mudi. Mereka datang dari wilayah Kediri, Blitar, dan Tulungagung.

Taraweh tercepat di Dunia itu ada di Mantenan Blitar

loading...

Shalat Tarawih cepat telah berlangsung turun-temurun

Penyelenggaraan shalat Tarawih secara kilat itu telah berlangsung secara turun-temurun dari generasi menuju generasi, yaitu mulai pesantren tersebut didirikan oleh KH Abdul Ghofur sekitar 160 tahun lalu.

Aku ini cuma mengikuti apa yang telah dilaksanakan oleh para sesepuh. Kami tak berani mengubahnya, kata KH Diyauddin Az-Zamzami, salah seorang pengasuh pesantren Mambaul Hikam kepada NU On-line pada suatu kesempatan.

Menurut Gus Diya yang juga anggota Jamiyah Ahlith thoriqoh Al-Mutabaroh Annahdliyah (Jatman) itu, shalat secepat itu bisa dilaksanakan sebab sang imam Tarawih cuma mengerjakan doa yang wajib-wajib misalnya niat, takbirotul ihram, baca Fatihah plus ayat pendek Al-Quran sampai salam.

Doa ruku, kita singkat cukup Subhanallah. Lainnya cuma Allah-Allah saja. Tahiyat akhir pun cuma sampai bacaan shalawat untuk Nabi Muhammad lantas salam, tandas Gus Diya yang juga salah seorang Mursyid Thoriqoh Naqshobandiyah Kholidiyah.

Sementara Wakil Sekretaris PP LDNU H Syaifullah Amin menjelaskan, di sini terjadi perbedaan keberkahan waktu. Artinya cepat atau lambat tak mengurangi kekhusyuan orang yang ibadah.

loading...

Sebagian orang memang diberikan kelebihan oleh Allah dalam melipat waktu, kata H Amin. (NU On-line).

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :