seusai Kematian Khashoggi, Washington Post Mesti Terus Pertanyakan Nasib Pembangkang Saudi Lainnya

Setelah Kematian Khashoggi, Washington Post Harus Terus Pertanyakan Nasib Pembangkang Saudi Lainnya

seusai Kematian Khashoggi, Washington Post Mesti Terus Pertanyakan Nasib Pembangkang Saudi Lainnya

WASHINGTON – Editor Washington Post menyebut bahwa sesudah kematian jurnalis pengkritik keputusan strategi Arab Saudi, Jamal Khashoggi, surat berita itu mesti tetap memfokuskan diri untuk mencari kebenaran Soal nasib para pembangkang Saudi lainnya.

“Hal ini dilaksanakan untuk mempersiapkan perhatian tidak cuma pada problem ini, tetapi untuk seluruh problem di Arab Saudi yang selama ini diangkat oleh Jamal sendiri,” kata Karen Attiah mengacu pada kontributor The Washington Post yang dibunuh di konsulat Saudi di Turki, waktu Tanya Jawab dengan CNN pada hari Minggu (21/10).

“Saya pikir ini ialah Peluang unik bagi kami untuk mendesak diberikannya respon atas penahanan yang dilaksanakan kepada para pemain dan aktivis lainnya,” tambahnya.

Seperti “Essam al-Zamel, ekonom yang dipenjara cuma sebab mengkritik planning ekonomi Visi 2030 Mohammed bin Salman, atau Loujain al-Hathloul, aktivis penggerak wanita yang ditangkap di UEA dan sudah disembunyikan di suatu tempat,” kata Attiah menyebutkan sejumlah aktivis yang Ada di bawah intimidasi oleh pemerintah Saudi.

“Kami pikir, ia dipenjara di suatu tempat di Arab Saudi,” tambahnya, “Tetapi kami tidak percaya.”

Loading...
loading...

“Maksud saya, sekarang ialah waktu untuk sungguh-sungguh memusatkan perhatian pada orang-orang ini yang sudah hilang atau ditahan untuk tanpa proses hukum.”

Surat berita itu menurut Attiah juga akan lebih murah hati dalam meliput agresi pimpinan Saudi di Yaman, serta “penculikan … perdana menteri Libanon, Saad Hariri.”

“Ini ialah soal bagaimana untuk mendesak pertanggung respon Arab Saudi, yang semestinya jadi mitra yang bisa diandalkan, akan tetapi malah mempertunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak seperti itu,” katanya. “Jadi, kami akan terus berteriak, dan kami akan terus menekan para pejabat AS kami untuk berbuat lebih beberapa.” (ARN)


Arrahmah News
shared by Muhammad Najib

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

KOLOM KOMENTAR ANDA :