Seruan Iran untuk Gencatan Senjata di Yaman Ditolak Arab Saudi

Menuding Iran Ikut Campur, Saudi Tolak Seruan Iran untuk Gencatan Senjata di Yaman

Dua pekan serangan udara Saudi, lebih dari 600 orang di Yaman tewas terbunuh. Sebanyak 22 ribu orang terluka dan lebih dari 100 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Berita Yaman Terkini – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Saud al-Faisal pada Minggu kemarin menolak seruan Iran agar segera mengakhiri serangan udara untuk memberantas kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Menurut al-Faisal, Iran tidak sepatutnya mencampuri konflik yang terjadi di Yaman.

Kantor berita Reuters Minggu, 12 April 2015 melansir, Arab Saudi kini tengah berupaya membendung pergerakan kelompok Houthi agar tidak bertindak lebih jauh.

“Bagaimana mungkin Iran meminta kami untuk menghentikan peperangan di Yaman. Justru, kami datang ke Yaman untuk membantu pemerintahan yang sah dan Iran tidak berwenang di Yaman,” tutur al-Faisal ketika memberikan keterangan pers bersama Menlu Prancis, Laurent Fabius.

 

Konflik Yaman, 22 ribu orang terluka dan lebih dari 100 ribu orang kehilangan tempat tinggal

Saudi kerap menuding Iran ikut campur dalam konflik di Yaman dengan secara diam-diam membantu kelompok pemberontak Houthi. Sebagai bukti, Saudi mengklaim telah menangkap dua perwira militer Iran di tengah kota Aden bagian selatan.

Dua perwira militer Iran yang ditangkap dituding merupakan penasihat pemberontak Houthi.

“Satu berpangkat kapten dan satu lainnya berpangkat kolonel. Keduanya ditangkap di dua wilayah yang berbeda,” ujar juru bicara operasi militer Koalisi Teluk, Brigadir Jenderal Ahmed Asiri ketika memberikan keterangan pers.

Namun, hal itu dibantah oleh Iran. Kantor berita Iran, IRNA melaporkan Pemerintah Teheran tidak memiliki pasukan militer apa pun di Yaman.

“Kami tidak memiliki kekuatan militer macam itu di Yaman,” ujar Wakil Menlu, Hossein Amir Abdollahian.

Sementara itu, lewat dari dua pekan serangan udara Saudi, lebih dari 600 orang di Yaman tewas terbunuh. Sebanyak 22 ribu orang terluka dan lebih dari 100 ribu orang kehilangan tempat tinggal. (al/art/vivanews)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :