Serbuan AS ke Serdadu Suriah di Deir Ezzor Disebut Pengecut

Website Islam Institute

SURIAH – Serbuan AS ke Serdadu Suriah di Deir Ezzor. Rusia menjelaskan 62 pasukan Suriah sudah mati dalam serbuan udara oleh jet perang gabungan pimpinan AS. Serangan AS ke Tentara Suriah di posisinya dekat bandara angkatan bersenjata Deir Ezzor. Dua jet perang F-16 dan dua jet A-10 memasuki ruang udara Suriah dari Irak untuk melakukan serbuan, menurut pernyataan itu.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat menyampaikan dua surat kpd Sekretaris Jenderal PBB dan kepala Dewan Keamanan. Di mana ia mengatakan dengan tegas bahwa serbuan AS ke Serdadu Suriah di pegunungan al-Tharda di kisaran bandara angkatan bersenjata Deir Ezzor. Ialah serbuan serius dan terang-terangan di Republik Arab Suriah.

Kementerian Luar Negeri Suriah menjelaskan bahwa ini agresi pengecut. Ini ialah bukti tidak terbantahkan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya menyokong ISIS dan kubu teroris bersenjata lainnya. Dan Suriah menuntut Dewan Keamanan mengutuk agresi ini dan memaksa Amerika Serikat untuk nggak pernah mengulanginya. Dan supaya AS menghormati kedaulatan dan kesatuan Republik Arab Suriah. Kementerian lebih detail mengatakan dengan tegas bahwa memerangi terorisme cuma dapat diterima dalam kerangka koordinasi dengan pemerintah Suriah dan tentaranya. Serta tindakan apapun di luar legitimasi internasional cuma dinilai selaku pelanggaran terang-terangan kepada kedaulatan Suriah.

Serbuan AS ke Serdadu Suriah disebut pengecut dalam menyokong ISIS

Kementerian Luar Negeri Suriah menuduh Amerika Serikat (AS) menyokong kubu Negara Islam (ISIS). Tudingan ini muncul sesudah serbuan AS ke Serdadu Suriah, mematikan 62 pasukan Suriah di provinsi timur Deir al-Zour. Serbuan AS ke Serdadu Suriah tersebut membuka jalan bagi anggota milisi ISIS melaksanakan serbuan besar-besaran ke posisi angkatan bersenjata Suriah.
“Tindakan pengecut Amerika ini ialah bukti nyata sokongan AS untuk ISIS”. Begitu bunyi pernyataan kementerian itu seperti dilansir dari website Xinhua, Minggu (18/9/2016).

Serbuan AS ke Serdadu Suriah diikuti serbuan oleh ISIS pada posisi angkatan bersenjata Suriah di Gunung al-Tharda di Deir al-Zour. ISIS bahkan sempat sukses mengambil alih gunung al-Tharda. Tetapi lalu pasukan Suriah yang didukung oleh pesawat-pesawat perang Rusia sukses merebut kembali seluruh posisi yang jatuh ke ISIS.

Sementara itu, stasiun televisi al-Ekhbarya Suriah menjelaskan. Bahwa angkatan udara Suriah awalnya berencana melaksanakan operasi pada daerah yang dikuasai ISIS. Di Mana operasi angkatan bersenjata itu akan membantu merebut kembali kota Deir al-Zour. Sedikitnya 50.000 masyarakat sipil sudah dikepung oleh ISIS semenjak 2014 di wilayah ini.

Rencana yang punya tujuan untuk membuka jalan antara Deir al-Zour dan Palmyra di Suriah tengah itu akhirnya berantakan. Serbuan AS ke Serdadu Suriah menggagalkan rencana itu dan memberi jalan kpd anggota milisi ISIS untuk bergerak maju.

Serangan AS ke Tentara Suriah tersebut menandai serbuan AS pertama kepada posisi angkatan bersenjata Suriah semenjak pasukan gabungan berada di Irak. Keberadaan pasukan gabungan AS di Irak dengan dalih menggempur posisi kelompok-kelompok teror di Irak dan di Suriah semenjak tahun 2014. Sering merugikan Irak dan Suriah. Sehingga Irak dan Suriah sering mecatat surat protes ke Dewan Keamanan PBB, tetapi tidak pernah memperoleh tanggapan.

hingga lalu datang pasukan Rusia ke Suriah pada akhir 2015 mengobrak-abrik power ISIS dan kelompok-kelompok teror lainnya. Lalu, apa pekerjaan pasukan gabungan AS sebelum kedatangan serdadu Rusia di Suriah? Benarkah AS menggempur ISIS dengan sungguh-sungguh?

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :