Home / Berita Mesir / Serangan Teror di Mesjid Rawdah, Pelaku Bawa Bendera ISIS

Serangan Teror di Mesjid Rawdah, Pelaku Bawa Bendera ISIS

Serangan Teror di Mesjid Rawdah dikatakan para saksi bahwa Pelaku serangan membawa Bendera ISIS. Kantor Kejaksaan Mesir menyatakan pelaku serangan teror seusai Salat Jumat di Mesjid Rawdah Sinai membawa bendera ISIS. Dalam sebuah pernyataan yang diumumkan Sabtu (25/11), Kejaksaan menyebut serangan itu dilancarkan oleh sekitar 25-30 orang.

Para pelaku serangan teror sebagian mengenakan topeng dan seragam ala militer. Mereka mengepung mesjid, memblokir jendela dan pintu masuk. Lalu menembaki ke dalam mesjid menggunakan senapan mesin otomatis. Pernyataan tersebut mengutip hasil penyelidikan dan wawancara dengan sejumlah korban yang masih hidup dan yang luka-luka.

“Jumlahnya sekitar 25 sampai 30 orang, membawa bendera Daesh, dan mengambil posisi di pintu mesjid dan 12 jendelanya dengan senapan otomatis.” Ujar Kejaksaan seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (25/11).

Menurut Ahram, kantor berita Mesir, jumlah korban dalam serangan teror seusai salat Jumat di Mesjid Rawdah, 40 kilometer sebelah barat Ibukota Sinai Utara, El-Arish. Jumlahnya meningkat menjadi 305 orang. Jumlah tersebut termasuk 27 anak-anak. Sedangkan 128 jemaah lainnnya luka-luka.

Serangan teror bom hancurkan sebagian mesjid

Dalam tragedi serangan teror tersebut jamaah langsung berhamburan lari karena panik setelah mendengar ledakan bom sesaat setelah salat Jumat (24/11). Ledakan bom menghancurkan sebagian gedung mesjid.

Korban semakin bertambah karena jamaah yang berusaha menyelamatkan diri lalu diberondong tembakan milisi di pintu keluar. Para saksi mengatakan para pelaku serangan teror mengepung Mesjid Rawdah dengan jip-jip.

Para saksi mengatakan sekitar 40 milisi telah siap di posisi masing-masing di luar mesjid dengan jip lalu menembaki para jemaah yang panik dari segala arah.

“Empat kelompok pria bersenjata menyerang jamaah di dalam mesjid seusai salat Jumat. Dua kelompok menembaki ambulans untuk mencegah mereka mendekat.” Kata Mohamed, seorang saksi seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (25/11).

“Mereka mengenakan topeng dan seragam militer,” kata Magdy Rizk, korban luka-luka seperti dilaporkan AFP.

Serangan teror terburuk di Mesir

Serangan teror yang terburuk di Mesir itu menuai kecaman dari seluruh dunia. Presiden Joko Widodo turut mengutuk serangan tersebut.

Dikabarkan tidak terdapat warga Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden serangan teror tersebut. Meski demikian Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Kairo meminta seluruh WNI di Mesir untuk waspada. Agar menghindari wilayah-wilayah yang rawan menjadi target teror.

Sinai Utara yang membentang dari Kanal Suez ke wilayah timur hingga Jalur Gaza dan Israel, sejak lama menjadi masalah bagi aparat keamanan Mesir. Wilayah ini rawan penyelundupan.

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi memperoleh dukungan dari pemimpin suku Bedouin yang membantu militer Mesir melacak rute penyelundupan senjata yang digunakan milisi ISIS.

Kelompok milisi ISIS setempat Ansar Bayt al-Maqdis, yang pernah berafiliasi dengan Al Qaeda, memisahkan diri dan mendeklarasikan kepatuhan (bayat) kepada Negara Islam (ISIS) pada 2014.  (CNN INDONESIA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wilayah Semenanjung Sinai, Tempat Paling Berbahaya di Mesir

Wilayah Semenanjung Sinai, Tempat Paling Berbahaya di Mesir. Serangan teror ke jamaah Mesjid Rawdah, Sinai ...