Serangan Rusia ke ISIS di Suriah Hancurkan Reputasi AS

Loading...

Serangan Rusia Telah Hancurkan Basis-basis ISIS di suriah dan Hancurkan Reputasi AS

Bekas pejabat militer AS itu juga menilai ada pertaruhan harga diri AS ketika Pentagon menolak bergabung dengan pusat intelijen baru di Baghdad, di mana Rusia, Suriah, Iran dan Irak berkoordinasi dengan tujuan sama

Islam-institute.com, WASHINGTON DC – Parade serangan mematikan dari militer Rusia yang  menakjubkan di Suriah dinilai sudah merusak reputasi AS (Amerika Serikat). Pentagon pun dituding menyebarkan informasi yang salah untuk menyudutkan Rusia dalam operasi militernya di Suriah.

Komentar itu disampaikan Scott Ritter, mantan perwira intelijen Marinir AS. Salah satu upaya AS untuk menyudutkan Rusia adalah dengan mencoba meremehkan serangan rudal-rudal jelalah kapal-kapal perang Rusia dari Laut Kaspia beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, Pentagon menuduh empat dari 26 serangan rudal jelajah yang ditembakkan kapal-kapal perang Rusia dari Laut Kaspia dengan target ISIS di Suriah telah jatuh di Iran. Pejabat militer Iran, Jenderal Mousa Kamali mengatakan, tuduhan AS itu merupakan kebohongan terang-terangan.

loading...

”Ini bahaya nyata terhadap (AS), yang kehilangan reputasinya akibat aksi menakjubkan dari berbagai kekuatan militer Rusia. (AS) kehilangan muka ketika datang ke ‘pertandingan’ besar yang dimainkan hari ini sehubungan dengan Suriah, Rusia memegang hampir semua kartu,” ujar Ritter, seperti dikutip Sputnik, Senin (12/10/2015).

Menurutnya, Pentagon berusaha untuk mengalihkan perhatian dari fakta kehebatan militer Rusia dengan menyebarkan informasi seolah-olah Rusia melanggar kedaulatan Iran.

Analisa Ritter itu dia tulis dalam artikel berjudul “The Trouble with Missiles”. “Kisah nyata, ‘spin’ yang ditempatkan pada cerita oleh Pentagon adalah dugaan pelanggaran wilayah Iran yang terjadi ketika rudal tersebut menghantam bumi. Tujuannya dalam menekankan aspek cerita ini,” tulis Ritter.

Bekas pejabat militer AS itu juga menilai ada pertaruhan harga diri AS ketika Pentagon menolak bergabung dengan pusat intelijen baru di Baghdad, di mana Rusia, Suriah, Iran dan Irak berkoordinasi dengan tujuan sama, yakni mengalahkan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). (AL/SFA/MM/SindoNews)

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :