Sepertinya…, Selangkah Lagi Ahok Masuk Islam …?

Sepertinya..., Selangkah Lagi Ahok Masuk Islam
Loading...

Islam-Institute, JAKARTA – Mungkinkah Ahok masuk Islam? Jawabnya, sebelum kematiannya tiba, kemungkinan Ahok masuk Islam terlalu mungkin terjadi. Seperti baru-baru ini gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama yang akrab dipanggil Ahok buat pernyataan mengejutkan. Hal ini sebab terkait dengan agama yang dianutnya, Kristen.

Ahok Masuk Islam ? Dilihat dari kredibilitasnya, Ahok ialah gambaran sosok muslim yang salih. Selangkah lagi, dengan bersahadat, maka Ahok masuk Islam.

Tetapi sejatinya bukan problem itu yang menarik di sini, tetapi ternyata Ahok mempunyai pemahaman yang terlalu baik kepada Islam, lebih dari itu sebab pemahaman Ahok mengenai Islam secara horizontal telah dalam taraf aplikatif, bukan cuma teoritis. Mungkin yang kurang dari Ahok, dia belum mengaplikasikan sisi vertikalnya, yaitu bersahadat dan shalat, mungkin itu kekurangannya. Dilihat dari sikapnya yang Islami, sanggup jadi selangkah lagi Ahok masuk Islam, mungkinkah?

Berikut ini ialah tulisan mengenai hal Ahok yang ditluis oleh Denny Siregar, dengan judul “Tamparan Ustadz Ahok”.  Ahok di mata Denny Siregar lebih dari sekedar apa yang dilihat kebanyakan orang, tulisannya terlalu menarik untuk dibaca. Semoga berguna….

Sepertinya..., Selangkah Lagi Ahok Masuk Islam

‘Tamparan’ Ustadz AHOK (Mengharap Ahok Masuk Islam)

Saya ketawa sendiri membaca komentar-komentar di status “Agama Iwak Peyek”.

Pembukaan kata di alinea pertama, “Kristen ajaran konyol..” cukup membikin beberapa orang meledak otaknya.

Sebab telah meledak, maka alinea-alinea berikutnya telah tak sanggup lagi mereka baca dengan jernih. Matanya buram sebab amarah, egonya seperti dicakar-cakar oleh srigala, jarinya gemetar mengetik mengeluarkan isi hatinya yang terbakar, giginya gemeletuk dan gerahamnya krenyot-krenyot.

“Bajingan ! Ini namanya menghina agama gua!” Mereka lalu membaca paragraf selanjutnya dan ternyata itu pernyataan dari seorang Ahok, seorang Kristen pulak. “Wah, yang ngomong bukan Islam ternyata. Tetapi kenapa kok Ahok ngomong Kristen ajaran konyol? Apa maksudnya?”

Telah gak terang bagi mereka isi statusnya, sebab otak mereka fokus pada kata “Kristen ajaran konyol..” Akhirnya sebab lapar dan lelah, mereka mengambil kesimpulan bahwa Ahok sedang mengambil simpati ummat Islam.

Dan yang menarik ada yang mengambil kesimpulan bahwa pengetahuan agama Ahok dangkal, seakan-akan dia pengetahuan agamanya dalam.

Ahok itu bagi sebagian kecil muslim yang sadar dan haus akan mutiara, seperti saya, ialah seorang guru mengaji.

Mengaji dari kata dasar kaji. Meng-kaji. Di Islam sendiri, membaca al-Qur’an lebih dikenal dengan mengaji, sebab isinya betul-betul mesti dikaji, bukan cuma dibaca, supaya tak gagal paham.

Kajian yang dahsyat dari Ahok ialah perbuatannya yang terlalu Islam. Ia membongkar belantara kemunafikan yang diusung oleh para anggota DPRD DKI dan jajaran-jajaran pemda yang seperti serigala lapar tapi berjubah merak. Ia bukan saja garang membantai sarang kucing garong yang bersekutu dengan tikus got, ia juga menghancur-leburkan sistem yang telah mereka bangun semenjak lama dan berpesta-pora dengannya.

loading...

Mengharap Ahok Masuk Islam Seperti Nabi Mengharap Dua Umar Masuk Islam

Bukan itu saja. Ia juga menampilkan muka yang halus dengan memanusiakan penduduk kampung pulo, memposisikan mereka di hunian yang layak. Ia membangun mesjid megah. Ia memberangkatkan haji dan umroh puluhan marbot. Ia ialah seorang Kristen.

Kajian Ahok sungguh menampar muka-muka kami yang muslim yang cuma sanggup membaca al-Qur’an dengan nada yang indah, sibuk ritual ke masjid dan tempat ziarah, tapi terlalu sulit berfungsi ke sesama manusia. Kajian Ahok sungguh membikin pipi kami panas merona sebab malu yang terlalu, sebab kami meng-klaim bahwa kami muslim tapi kami tak paham apa itu arti Islam.

Ahok mengajari kami meng-kaji kembali sunnah-sunnah Nabi dan firman-firman Tuhan, yang selama ini cuma sebatas pengakuan “kembali ke al-Qur’an dan sunnah”. Ahok memerintahkan kami meng-kaji kembali kitab suci kami yang berisi beberapa kebaikan ke seluruh ummat manusia tanpa melihat siapa dan apa agamanya dia. Ahok menceramahi kami bahwa konsep “rahmat bagi semesta alam” jangan cuma jadi slogan mimpi yang diusung, tapi jadi pondasi dalam hubungan sosial ke sesama manusia.

Tiap-tiap kami merasa bahwa kami khatam dan paham, Ahok menampar kami kembali sehingga kami tertunduk lagi dan membuka kembali halaman untuk halaman al-Qur’an.

Sesudah seluruh pelajaran yang membikin kami malu semalu-malunya, Ahok berkata dengan lantang, “Kristen itu ajaran konyol…”

Kapan Ahok Masuk Islam ?

Kenapa Ahok berkata seperti itu? Bukankah itu sama saja menghina agamanya? Kenapa ia tak bilang, “Islam itu ajaran konyol.. ” Kenapa ia membuka diri untuk diserang orang seagamanya yang pendek sumbunya dan para pendeta yang buncit perutnya? Kenapa?

Kembali lagi kami membuka Al-Qur’an dari halaman pertama dengan rasa malu yang tak ada habis-habisnya.

Ahok melaksanakan otokritik ke agamanya, hal yang dia pahami, bahwa pemahaman agama yang salah ialah racun, narkoba, pembunuh hati yang massif dan kejam. Kami yang muslim dan merasa “telah pasti masuk surga”, mulai menggosok-gosokkan kaki dan hidung yang sejatinya tak gatal. Malu dan merasa ditelanjangi sampai tak berpakaian.

Ahok itu seorang ulama, seorang sufi, seorang ustad, juga kiai. Pemahaman agamanya dalam dan universal. Semestinya mereka yang gelarnya selangit dan umatnya seabrek itu juga penganut konsep “Agama ialah sumber kapital”, mulai membuka kembali al-Qurannya dari halaman pertama saat Ahok berkata, “Mati ialah keuntungan..”

Ah, siapa yang bilang Ahok pengetahuan agamanya dangkal? Sungguh orang itu dangkal, sebab sesuatu yang dangkal tak pernah tahu kedalaman.

Sambil minum kopi malam ini, boleh saya tidak banyak protes kepada-Mu, Tuhan?

Kenapa bukan Ahok yang Engkau kirim ke kami yang fakir ilmu dan kebanyakan di negara ini? Kenapa mesti Felix Siauw? Kenapa Tuhan? Kenapaaaaaa? *menggelepar*.

(AL/ARN/Denny Siregar dan ‘Tamparan’ Ustadz AHOK). Mengharap Ahok Masuk Islam.

Simpan

Simpan

Simpan

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :