Senator Rusia Keluhkan Sanksi AS, Dinilai Langgar HAM

Senator Rusia Keluhkan Sanksi AS, Dinilai Langgar HAM


loading…

JENEWA – Seorang senator senior Rusia menjelaskan bahwa sanksi Amerika Serikat (AS) yang ditujukan terhadap anggota parlemen Rusia ialah pelanggaran hak asasi mereka selaku wakil rakyat. Pernyataannya itu dituangkan dalam sebuah surat yang ditujukan terhadap Uni Inter-Parlemen di Jenewa, Swiss.Dalam pesannya, kepala Komite Majelis Tinggi guna Hubungan Luar Negeri Konstantin Kosachev, mecatat bahwa tampaknya Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi kepada dirinya cuma sebab pekerjaannya selaku ketua komite senat – sebab ini ialah satu-satunya pos yang ia tempati semenjak 2014.

“Aspek yang paling menghina dan mencemaskan dalam seluruh proses ini, yang tidak resmi dari perspektif hukum internasional, ialah bahwa nama-nama anggota parlemen dimasukkan dalam daftar hitam tanpa penjelasan apa juga,” tulisnya.

“Ini sanggup dilihat selaku usaha sistematis guna menabrak hak asasi insan anggota parlemen kita bersama-sama dengan hak asasi insan mereka,” sambungnya bagaikan dilansir dari Russia Today, Kamis (24/5/2018).

Kosachev mencantumkan nama seluruhnya 22 anggota dan eks senator Rusia yang dijatuhi sanksi oleh AS. Sang senator sendiri masuk daftar hitam oleh Departemen Keuangan AS pada awal April tahun sekarang.

“Waktu aku mengetahui bahwa aku sudah dimasukkan dalam daftar sanksi, aku mengunjungi situs web Departemen Keuangan guna menyaksikan argumen mereka. Tetapi bukan ada argumen di sana dan pun guna sejumlah alasan aku digambarkan selaku anggota pemerintah Rusia,” jelasnya.

Loading...
loading...

“Selain itu, nama aku diletakkan di samping sejumlah orang dari Negara Islam (ISIS) dan Front An Nusra serta kerumunan tidak sedikit penjahat,” keluhnya.

Dalam surat itu, Kosachev meminta Uni Inter-Parlemen guna mempertimbangkan kebisa-jadian resolusi spesial yang bakal mencela sanksi apa juga kepada anggota parlemen asing selaku sesuatu yang bukan bisa diterima.

Diluncurkan pada 1889, Uni Inter-Parlemen ialah organisasi yang paling tua yang ada. Organisasi menyatukan anggota 170 parlemen nasional, dan 11 dewan parlemen daerah selaku anggota asosiasi. Kubu ini mempunyai status pengamat permanen di PBB. Amerika Serikat tidak anggota serikat buruh.

Rusia mengintensifkan kerja sama dengan Uni Inter-Parlemen sesudah membekukan seluruhnya aktifitas dengan PACE, serikat antar-parlemen internasional lainnya. Penangguhan hubungan terjadi pada tahun 2014, sesudah sidang mencabut delegasi Rusia dari hak suaranya dan melarangnya berpartisipasi dalam badan pengurus kubu selama krisis politik di Ukraina. Menurut Kosachev serikat bisa menyaksikan menuju dalam komplainnya pada awal Juni.

(ian)

Senator Rusia Keluhkan Sanksi AS, Dinilai Langgar HAM

Loading...

[Surce]

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

KOLOM KOMENTAR ANDA :