Selama 2 Puluh Tahun, Perempuan Ini Tidak Bicara Kecuali Mempergunakan Ayat al-Qur’an

Selama 2 Puluh Tahun, Perempuan Ini Tidak Bicara Kecuali Mempergunakan Ayat al-Qur’an


Seorang rawi bercerita, “Saya menyaksikan seorang perempuan sendirian di padang pasir, kamudian saya menyapanya, ‘Siapa Anda?’. Perempuan tersebut menjawab, ‘Dan katakanlah ‘Salam’ kelak mereka akan mengethaui nasib mereka yang negatif.’ Dari ayat tersebut, saya tahu memahami bahwa ia hendak menjelaskan, ‘Ke-1-tama, ucapkanlah salam. Lantas, barulah menanyakan. Sebab memberikan salam Adalah tanda dan kewajiban seseorang yang bertandang untuk orang lain.

Lantas saya mengucapkan salam dan menanyakan kepadanya, ‘Apa yang Anda lakukan sendirian di padang pasir.?’ Ia pun menjawab, ‘Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang bisa menyesatkannya.’ Dari ayat yang sudah ia bacakan, saya memahami bahwa ia tengah tersesat, akan tetapi ia mempunyai harapan berjumpa dengan Allah.’

Saya menanyakan lagi, ‘Anda dari golongan jin atau manusia?.’ Ia menjawab, ‘Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di saban masuk masjid.’ Dari ayat tersebut, saya paham bahwa ia dari golongan manusia. Saya pun menanyakan lagi, ‘Dari mana Anda Hadir?.’ Ia menjawab, ‘Mereka itu ialah seperti orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.’ Saya pun paham bahwa ia dari tempat yang jauh.

Saya kembali menanyakan. ‘Anda mau kemana?.’ Ia menjawab, ‘Mengerjakan haji ialah kewajiban manusia kepada Allah, yaitu bagi orang yang sanggup.’ Saya paham bahwa ia hendak melakukan haji. Saya menanyakan, ‘Telah berapa lama Anda berjalan?.’ Ia menjawab, ‘Dan sesungguhnya sudah kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari.’ Saya mengerti bahwa ia berjalan dari desanya selama enam hari dan hendak berangkat ke Mekkah.

Saya menanyakan kepadanya, ‘Apa Anda telah makan?.’ Ia menjawab, ‘Dan tiadalah kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada makan makanan.’ Saya mengerti jika ia belum makan selama beberapa hari. Saya menanyakan, ‘Bergegaslah supaya saya dapat mengantarkan Anda ke kafilah Anda. Ia menimpali, ‘Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.’ Saya pun paham jika ia sepertinya tidak sanggup berjalan cepat dan tidak mempunyai daya lagi.

Loading...
loading...

Lantas, saya menanyakan kepadanya, ‘Naiklah ke atas kendaranku dan duduklah di belakangku, sehingga kita dapat berangkat ke maksud Anda.’ Ia berkata, ‘Sekiranya ada di langit dan bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu sudah binasa.’ Saya sadar bahwa perjumpaan antara tubuh perempuan dan laki-laki dalam 1 rumah, tempat dan kendaraan akan menyebabkan kerusakan. Sebab itu, saya turun dari kendaraanku dan berjalan kaki sambil berkata kepadanya, ‘Duduklah di atas kendaaanku. Dan waktu sudah berjalan, ia berkata, ‘Maha sci Tuhan yang sudah menundukkan seluruh ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak sanggup menguasainya.’

Saat kami sampai di 1 kafilah, saya bertaya kepadanya, ‘Apakah ada orang yang Anda kenal dalam kafilah ini.?’ Ia menjawab, ‘Muhammad itu tidak lain ialah seorang rasul, sungguh sudah berlalu sebelumya beberapa rasul’. Dan ‘Hai Yahya, ambillah kitab ini (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.’ Juga ‘Hai Musa, sesungguhnya Akulah Allah’, juga ‘Hai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan kau kafilah (penguasa) di muka bumi.’

Dari 4 ayat yag ia sampaikan saya mengetahui bahwa ia mengenal 4 orang di kafilah tersebut, yang bernama Muhammad, Yahya, Musa dan Dawud. Saat ke-4 orag tersebut mendekat dan mendatanginya, ia berkata, ‘Harta dan bocah kecil ialah perhiasan kehidupan dunia.’ Saya pun sadar bahwa ke-4 orang itu ialah anak-anakya. Ia berkata untuk anak-anaknya, ‘Wahai bapakku, ambillah ia selaku orang yang bekerja pada kita, sebab sesungguhnya orang yang paling baik yang kau ambil untuk bekerja pada kita ialah orang yang kuat lagi bisa dipercaya.’

Dan saya paham dari ucapannya yang ditujukan untuk anak-anaknya, yang maksudnya, “Laki-laki itu ini sudah bersusah payah untuk mengantarkan saya, maka berilah ia Pembalasan.’ Lalu mereka mengeluarkan sejumlah uang dirham dan dinar yang lantas mereka berikan kepadaku. Akan tetapi, ia merasa bahwa apa yang sudah diberikan kepadaku kurang. Ia berkata, ‘Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki.

Dan saya menyadari bahwa sesungguhnya ia berkata untuk anak-anaknya, ‘Tambahlah imbalannya.’ Saya amat heran menyaksikan perilaku perempuan itu, dan menanyakan untuk anak-anaknya, ‘Siapa perempuan yang full kesempurnaan ini?. Saya belum pernah menyaksikan perempuan seperti dia sebelunya. Mereka menjawab, ‘Perempuan itu ialah Faidhah, pembantu sayyidah Fathimah al-Zahra, yang selama 2 puluh tahun tidak berbicara kecuali dengan mempergunakan ayat al-Qur’an.”

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *