Selain Puasa Enam Hari Puasa Syawal, Ini Amalan Sunnah Lainnya di Bulan Syawal

Selain Puasa Enam Hari, Ini Amalan Sunnah Lain di Bulan Syawal

sesudah Ramadan bakda, kita memasuki bulan Syawal. Pasca bulan Ramadan yang mempunyai beberapa sekali keutamaan, toh memang ia akan berlalu. Kita pun perlu menganggap Ramadan selaku “sekolah” selaku proses pembiasaan perbuatan baik di bulan-bulan lain sesudah Ramadan.

Pada bulan Syawal, tepatnya pada 2 Syawal sesudah hari Idul Fitri, ummat muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa enam hari, baik secara berturut maupun terpisah. Nabi menyebutkan bahwa keistimewaan puasa enam hari Syawal sesudah Ramadan ini “…bagai puasa setahun full…”. (HR. Muslim)

Namun hal-hal yang sunnah di bulan Syawal ndak cuma puasa enam hari lho. Berikut beberapa amalan yang dianjurkan Nabi, dan dapat Anda lakukan di bulan Syawal:

  1. Nikah di Bulan Syawal

Sebagaimana isi hadis yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim, bahwa istri Nabi, Aisyah radliyallahu ‘anha, mengumumkan bahwa ia dinikahi Nabi Saw pada bulan Syawal. Bagi orang-orang yang sudah siap menempuh jenjang perkawinan, mengikuti laku Nabi yang nikah di bulan Syawal ini juga termasuk bentuk mengikuti ajaran Nabi.

Di berbagai tempat, beberapa ummat muslim yang menyelenggarakan perkawinan di bulan Syawal. Hal ini juga merupakan bentuk usaha meneladani Nabi di tengah warga kita. Namun jangan lupa, untuk yang telah mau dan sanggup nikah saja lho.

  1. Mengganti i’tikaf dan amalan-amalan sunnah lainnya yang terlewatkan

Sebagian di antara kita mungkin terlewat dari momen-momen beribadah di bulan Ramadan. I’tikaf, membaca Al-Qur’an, atau mungkin ada di antara kita yang ndak berpuasa sebab suatu halangan.

Puasa Ramadan yang wajib, tentu mesti diganti sesuai dengan kondisi orang yang membatalkannya. Tetapi bagaimana dengan amalan yang sunnah, seperti i’tikaf misalnya?

Loading...
loading...

Nabi pernah melaksanakan qadla’ i’tikaf di bulan Syawal, waktu istri-istri beliau membikin kehebohan di rumah, sebab mendirikan tenda-tenda di area masjid Nabawi, untuk mengikuti i’tikaf bareng Nabi. Beliau pun terkejut, dan meminta para istrinya ini untuk membongkar tenda-tenda yang sudah dibuat.

Akhirnya, untuk sementara waktu beliau pun ndak beri’tikaf di masjid. Nabi mengganti i’tikaf yang ndak dikerjakan ini di bulan Syawal. Cara menggantinya pun mudah, yaitu meniatkan i’tikaf yang dikerjakan di masjid ini untuk mengganti yang terlewat di bulan Ramadan. Anda dapat mengisi i’tikaf itu dengan zikir, membaca Al-Qur’an, dan sebagainya.

Nggak cuma i’tikaf saja yang dapat diganti di bulan Syawal. Ibadah sunnah lain pun boleh diganti di bulan ini. Dalam sebuah riwayat dalam Sunan an-Nasa’i misalnya, disebutkan pula ada seorang sahabat yang biasa puasa pada pertengahan atau awal bulan Sya’ban, tapi kebetulan ia lewatkan. Nabi pun memperkenankan untuk menggantinya di bulan Syawal.

  1. Puasa Ayyamul Bidh (pertengahan bulan)

Puasa enam hari di bulan Syawal terang telah maklum. Bagaimana dengan puasa di tengah bulan? Ya, dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Nabi membiasakan berpuasa di pertengahan bulan, tepatnya tanggal 13, 14 dan 15 tiap-tiap bulan Hijriyah.

Amalan puasa ini oleh para ulama dinamakan puasa Ayyamul bidh, sebab pada 3 hari itu, rembulan sedang purnama dan tampak cemerlang. Di tiap-tiap bulan, kita dianjurkan berpuasa dalam 3 hari tengah bulan tersebut. Enggak terkecuali di bulan Syawal. Jika terasa berat sebab “kok kebanyakan puasa, sih?”, menggabungkan niat puasa sunnah ini dengan sekalian puasa sunnah Syawal atau Senin-Kamis, juga diperkenankan.

Demikianlah amalan-amalan sunnah di bulan Syawal, selain puasa enam hari yang lebih kita kenal. Semoga Ramadan jadi momen kita belajar untuk lebih mempertahankan kebaikan-kebaikan yang sudah kita lakukan di bulan tersebut. Ramadan akan berlalu, dan kita mesti belajar mempertahankan kemuliaannya di bulan-bulan setelahnya dengan perbuatan baik kita. Wallahu a’lam.

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *