Sekelumit Cerita keluarga terduga teroris

Sekelumit Cerita keluarga terduga teroris Surabaya
Loading...

Sekelumit Cerita keluarga terduga teroris

Sebuah keluarga terduga teroris, terdiri dari Seorang ayah bernama Dita suprianto, istrinya Puji Kuswanti dan ke-4 anak2nya, Yusuf (18 tahun), Alif (16 tahun), F S (12 tahun) dan PR (9 tahun).melaksanakan pemboman bunuh diri di 3 gereja tak sama di Surabaya.

1. Sang Ayah, Dita, mengemudikan mobil Toyota Avansa, menurunkan Istrinya, Puji Kuswanti ditemani dua putri mereka — F S (12 tahun) dan P R (9 tahun). sesudah diturunkan dari mobil Avanza oleh suaminya, Dita oepriarto di GKI Wonokromo Diponegoro, sang ibu meledakkan bom yang digendongnya, mati bareng dua putrinya serta orang-orang disekitarnya.

2. Di tempat tak sama dlm waktu hampir bersamaan, dua anak laki-laki mereka, Yusuf (18 thn) dan Alif (16 thn) berboncengan sepeda motor dg memangku bom, berbelok di tikungan perempatan jalan lantas meledakkan diri di halaman Gereja Santa Maria Tidak Bercela.

3. Sang Ayah, Dita supriarto membawa mobil Toyota Avanza berisikan bom dan meledakkan diri di gereja Pantekosta di Jalan Arjuna.

Dita sekeluarga mati berikut orang2 di berkisar ledakan.

Lalu apa yg memicu tindakannya???

Lihat cerita seorang khawarij dibawah ini 👇

Sekelumit Cerita keluarga terduga teroris

Abdurahman bin Muljam – Sang Khawarij

Teriakan “Hukum itu milik Allah, wahai Ali. Tidak milikmu dan para sahabatmu.” terlontar dari mulut Abdurrahman bin Muljam Al Murodi saat ia menebas leher sahabat Ali bin Abi Thalib, karomallahu wajhah, pada Subuh 7 Ramadhan. hilang di tangan seorang saudara sesama muslim.
Sayidina Ali terbunuh atas nama hukum Allah dan untuk surga yang dicita2kan sang Pembunuh.

Selaku hukuman atas aksinya mencabut nyawa seorang khalifah, Ibnu Muljam lantas dieksekusi mati dengan cara qishas. Proses hukuman mati yang dijalankan kepada Ibnu Muljam pun berlangsung dengan full drama. Ketika tubuhnya diikat guna dipenggal kepalanya dia masih sempat berpesan terhadap algojo:

“Wahai Algojo, janganlah engkau penggal kepalaku sekaligus. Tetapi potonglah anggota tubuhku tidak banyak untuk tidak banyak sampai saya mampu menyaksikan anggota tubuhku disiksa di jalan Allah.”

Ibnu Muljam meyakini dengan sepenuh hati bahwa aksinya mencabut nyawa suami sayyidah Fathimah, sepupu Rasulullah, dan ayah dari Hasan dan Husein itu ialah sebuah aksi jihad fi sabilillah.
Sang khalifah, Sahabat yang sudah dijamin oleh Rasululah SAW sebagai penghuni surga itu wajib meregang nyawa di tangan seorang muslim yang meyakini aksinya itu ialah di jalan kebenaran untuk meraih surga Allah.

👆Ambillah hikmah pelajaran sejarah sang khawarij Ibnu Muljam ini……

Keluarga terduga Teroris yg sekilas digambarkan di atas adl penjelmaan pemahaman kubu khawarij zaman ini.

Khawarij mengklaim paling Islam dan percaya sikap dan tindakannya paling benar shg mereka percaya dpt jaminan surga nya Allah. Inilah respon yg tepat utk aksi khawarij di atas.

Apakah anda msh berkeyakinan bhw Dita suprianto dan keluarganya melaksanakan aksinya shg mati sekeluarga krn di bayar imbalan materi/kekuasaan?

Apakah anda msh berkeyakinan bhw Abdurrahman bin Muljam melaksanakan aksinya shg diganjar pancung krn di bayar imbalan materi/kekuasaan?

Kalau ya, Anda salah besar!

Bahwa ada kubu lain yg memanfaatkan orang2 berpaham khawari ini utk memuluskan maksud jahatnya, mampu jadi.

Namun janganlah anda membikin tudingan bhw aksi teror ini ialah setingan utk menghancur-leburkan citra Islam? Atau tudingan ngawur lainnya….

Teroris atas nama Islam tidak pernah merusak citra Islam

Sejarah sdh membuktikan …

Aksi khawarij Abdurahman bin muljam yg bawa2 Islam tdk pernah merusak citra Sayidina Ali, apalagi citra Islam.

Jadi …Aksi Dita suprianto sekeluarga, imam samudra, Ali Imron, Abu bakar Albaghdadi, Osama bin Laden , dan teroris yg bawa2 Islam lainnya…tak bakal pernah merusak citra Islam.

Janganlah membikin opini2 yg menguntungkan pihak Teroris dan melemahkan usaha pemerintah dan Polri utk menuntaskan kasus biadab ini.

Kita mencium, gerakan penyebaran pahaman khawarij ini tampak di beri panggung di media elektronik, medsos dan media lainnya. Atau jgn2 secara tdk sadar kita jg berkontribusi….

Bakal lebih berguna kalau kita turut bersikap membatasi gerakan kubu ini dlm menyebarkan pemahaman khawarij tsb.

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :