Sebuah Bandara di Suriah Diambil Alih serdadu Spesial AS

serdadu spesial AS mengambil alih sebuah bandara di Suriah, sedemikian juru bicara serdadu Demokratik Suriah (SDF) menjelaskan ke Al Jazeera …

 

 

Islam-Institute, DAMASKUSAmerika Serikat menyangkal pasukan spesial AS sudah mengambil alih sebuah bandara udara di Timur Laut Suriah, dekat tapal batas negara Suriah dengan Irak dan Turki.

Seorang juru bicara Amerika Serikat dari Central Command (CENTCOM) menjelaskan pada hari Jumat (23/01) bahwa angkatan bersenjata “membantah pengambilan kontrol lapangan terbang di Suriah”.

Tetapi, juru bicara serdadu Demokratik Suriah (SDF) menjelaskan ke Al Jazeera awal pekan ini bahwa pasukan operasi spesial AS sudah mengambil alih bandara terbang dekat kota Rmeilan, Provinsi Hasakah, untuk menyokong pejuang Kurdi dalam melawan kubu ISIS Takfiri.

Bandara Rmeilan sebelumnya dikendalikan oleh Unit Penjagaan Rakyat Kurdi (YPG) dan diadukan jadi pangkalan udara AS yang pertama yang dioperasikan di Suriah.

“menurut kesepakatan dengan YPG, AS diberi kontrol bandara. Target dari kesepakatan ini ialah untuk cadangan SDF, dengan menyediakan senjata dan pangkalan udara untuk pesawat-pesawat perang AS,” kata Taj Kordsh.

Website analis keamanan Stratfor yang berbasis di Texas menjelaskan pada hari Jumat bahwa “citra satelit membenarkan pengakuan aktivitas angkatan bersenjata AS di sebuah bandara di Suriah.”

Helikopter Amerika sudah beroperasi selama beberapa minggu terakhir, buruh lokal juga sibuk memperluas landasan pacu, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Pada bulan Desember, 50 serdadu Operasi Spesial dikerahkan ke kota-kota di Suriah, seperti Ayn al-Arab dan Hasakah untuk “melatih dan membantu” pejuang Kurdi dalam memerangi ISIS.

Bandara ini terlalu penting sebab terletak di kisaran beberapa ladang minyak penting. Hal ini juga dekat dengan jalur pasokan utama yang menghubungkan ISIS ke markas utama mereka di Raqqah, Suriah, dan Mosul, Irak.

Semenjak bulan Agustus 2014, Washington dan sekutunya sudah melaksanakan serbuan udara kepada apa yang mereka menyebut markas ISIS di Irak dan Suriah.

Data terbaru yang diumumkan oleh angkatan bersenjata AS memperlihatkan bahwa sudah terjadi 9.627 serbuan udara gabungan pimpinan AS pada 13 Januari, dengan rincian 6393 di Irak dan 3.234 di Suriah. Tetapi yang aneh dari ribuan serbuan itu nggak memperlemah posisi ISIS di Irak dan Suriah, bahkan ditemukan beberapa kejanggalan seperti menarget pasukan populer Irak yang sedang berperang dengan ISIS, menyampaikan paket senjata ke teroris dan mengevakuasi teroris yang terdesak dengan pasukan Irak. (ARN/AU/RT)

 

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :