Sebar Kebencian dan SARA terhadap Kyai Said, Anggota FPI Dibui 7 Bulan Hotel prodeo

Sebar Kebencian dan SARA terhadap Kyai Said, Anggota FPI Dibui 7 Bulan Hotel prodeo

Terdakwa Moch Faisal Arifin alias Itong ketika jalani sidang putusan di PN Surabaya, Kamis (19/7/2018). (FT/Henoch Kurniawan)

Moch Faisal Arifin alias Itong, anggota FPI, terdakwa dugaan perkara penyebaran ujaran kebencian akhirnya dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Sigit Sutriono.

Hal itu terungkap pada sidang di ruang Cakra PN Surabaya yang dihelat dengan agenda putusan, Kamis (19/7/2018). Oleh hakim, lelaki asal Surabaya tersebut dijatuhi hukuman tujuh bulan hotel prodeo.

“Terdakwa M Faisal Arifin terbukti secara sah dan menyakinkan sudah melaksanakan penyebaran info di media sosial yang menimbulkan kebencian pada masarakat,” ujar hakim Sigit Sutriono membacakan amar putusannya.

Dalam pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa dinilai sanggup meresahkan masarakat, sedangkan pertimbangan yang meringankan terdakwa bersikap sopan, menyesali perbuatannya dan berjanji Nggak akan mengulang perbuatannya serta ada tanggungan keluarga.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Machfud Effendi. Pada agenda sidang sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun hotel prodeo.

Merespon vonis hakim, baik pihak terdakwa maupun jaksa belum mengumumkan sikap untuk melaksanakan usaha hukum banding. “Kita pikir-pikir dulu pak hakim,” ujar terdakwa diikuti oleh jaksa.

Bakda sidang, penasehat hukum terdakwa, Andry Ermawan menilai bahwa dalam menjatuhkan vonis, hakim Nggak mempertimbangkan pembelaan yang pihaknya ajukan sebelumnya.

“Kita kecewa atas putusan hakim sebab sama sekali menolak keterangan ahli pidana Dr. Anik Purwanti. Padahal tidak sedikit keterangan ahli Dr. Anik yang mengumumkan semestinya terdakwa bebas. DR Anik jelas-jelas menjelaskan bahwa dakwaan jaksa Nggak berdiri sendiri terkait ujaran kebencian sebab Nggak berhubungan dengan UU No. 40 thn 2008 khususnya pasal 4b. Dan menurut ahli bahkan lebih tepat terdakwa dijerat dengan pasal 310 KUHP saja,” tambah Andry.

Bahkan menurut Andry, yang lebih bertanggung jawab terkait isi konten postingan tersebut ialah pemilik akun penyebar awal.

“Telah terang bahwa yang bertanggung jawab ialah pemilik akun bukan terdakwa, akan tetapi kita tetap menghormati putusan majelis hakim,” ujar lelaki yang juga menjabat selaku ketua tim advokasi FPI Jatim ini.

Untuk diketahui, perkara ini berawal dari perbuatan terdakwa yang menyebarkan ulang postingan yang berbau sara, melalui akun sosial media facebook miliknya.

Selain Facebook, terdakwa juga menyebarkan ulang melalui grup Whatsapp tanpa klrifikasi kebenaran postingan terlebih dahulu.

Menimbulkan Kebencian

Dalam dakwaannya, jaksa menilai bahwa apa yang ditunaikan oleh terdakwa M Faisal Arifin alias Itong menyebarkan postingan tersebut bermaksud supaya menimbulkan rasa kebencian kepada KH. Said Aqil Siroj atau permusuhan individu atau kubu masarakat tertentu berdasarkan atas SARA

Oleh sebab menyebarkan postingan yang dapat menimbulkan rasa kebencian kepada pihak tertentu maka terdakwa M Faisal Arifin Al. Itong ditangkap oleh polisi untuk diproses secara hukum.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pidana dalam Pasal 45A ayat (2) jo. Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 soal Perubahan Atas UU RI No. 11 Tahun 2008 soal Info dan Transaksi Elektronik. (eno)

(duta.co/ suaraislam)


Source by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.