Saudi Intensifkan Serbuan ke Yaman Ditengah Lawatan Utusan Spesial PBB

Saudi Intensifkan Serangan ke Yaman Ditengah Kunjungan Utusan Khusus PBB

Saudi Intensifkan Serbuan ke Yaman Ditengah Lawatan Utusan Spesial PBB

BAYDA – Arab Saudi sudah mengintensifkan invasi mereka ke Yaman bersesuaian dengan Lawatan utusan spesial PBB untuk negara yang dilanda aksi anarkis itu ke ibu kota Sana’a dalam usaha mengupayakn bersama-sama mekanisme resolusi konflik.

Pada hari Minggu (16/09), jet-jet perang Saudi mematikan tujuh masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak kecil, di Bayda, menyerbu kota Ramadan di provinsi Yaman tengah tersebut. Delapan orang lainnya juga cedera dalam serbuan itu.

sebelum ini pada hari, 2 orang kehilangan nyawa mereka dalam serbuan rudal di provinsi utara Sa’ada, dan 4 lagi meninggal dalam serbuan udara di provinsi barat daya al-Hudaydah.

Di hari Minggu itu, utusan spesial PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, Sampai di ibu kota untuk berjumpa dengan pejabat dari gerakan populer Houthi Ansarullah.

Gerakan itu mengambil alih urusan Yaman pada 2015 sesudah eks pemerintah Yaman mengundurkan diri dan kepalanya, Abd Rabbuh Mansur Hadi, menyelamatkan diri ke Riyadh, meninggalkan negara itu dalam kekacauan politik.

Sebuah gabungan yang dipimpin Saudi menyerbu Yaman tanpa mandat dari PBB semenjak itu, mereka berusaha tidak untuk mengembalikan eks Presiden yang ialah sekutu Riyadh itu untuk kembali berkuasa. Sejauh ini, kisaran 70.000 orang sudah meninggal akibat invasi tidak resmi tersebut.

Loading...
loading...

Griffiths mengundang Houthi dan eks presiden Yaman untuk melaksanakan pembahasan di Jenewa pada awal September dalam usaha untuk memulihkan proses Perundingan yang Disokong PBB yang sempat terhenti pada tahun 2016.

Perwakilan Houthi, bagaimanapun, tidak bisa ikut hadir pembahasan sesudah Arab Saudi Tidak mau untuk mengizinkan pesawat Oman, yang dimaksudkan untuk menerbangkan para pejabat Houthi, mendarat di tanah Yaman. (ARN)


Source by Muhammad Zuhdi

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Zuhdi

KOLOM KOMENTAR ANDA :