Saudi Genjot Produksi Minyak demi Senangkan Trump

Saudi Genjot Produksi Minyak demi Senangkan Trump

RIYADH – Arab Saudi sudah meningkatkan produksi minyaknya ke tingkat tertinggi semenjak akhir 2016, dalam usaha demi memenuhi tuntutan Presiden AS Donald Trump demi menurunkan harga sesudah mencapai nilai tertinggi selama 3 tahun.

Pasokan minyak Saudi tumbuh kisaran 500.000 barel per hari pada bulan Juni, mencapai hampir 10,5 juta barel per hari selaku pengekspor minyak mentah terbesar dunia, mendukung keras demi menurunkan harga minyak.

Itu peningkatan yang signifikan dari lebih 10 juta bpd pada bulan Mei.

Harga minyak mendekati $ 80 per barel demi pertama kalinya semenjak 2014, memicu kekuatiran di kalangan konsumen utama, terutama di AS yang bergantung pada mobil.

Trump menjelaskan pada akhir Juni bahwa Raja Saudi Salman sudah setuju dengannya demi meningkatkan produksi sampai dua juta bpd.

Presiden AS berpikir ini bakal memungkinkannya demi menjatuhkan sanksi pada industri minyak Iran dan Venezuela, dua produsen minyak utama dunia, tanpa wajib kuatir soal kemungkinan kenaikan harga dan kekurangan energi.

Peningkatan produksi minyak Saudi datang di tengah penilaian baru oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bahwa permintaan minyak global bakal melampaui 100 juta bpd pada 2019.

Organisasi mengharapkan produksi dari AS dan anggota non-OPEC lainnya meningkat 2,1 juta bpd tahun depan, yang artinya dunia bakal memerlukan kisaran 32,2 juta bpd dari OPEC, atau kisaran 800.000 bph lebih tidak banyak dari rata-rata pada 2018.

Peningkatan Saudi menaikkan keseluruhan produksi OPEC sebagai lebih dari 32,3 juta bph pada bulan Juni, naik 173.000 bpd dari bulan sebelumnya.

OPEC, Rusia dan sejumlah negara produsen lainnya sudah bekerja bersama-sama semenjak Januari 2017 demi mengakhiri periode kelebihan pasokan yang menyebabkan harga minyak turun ke posisi terendah pada tahun 2016.

Loading...
loading...

Ditanya dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada awal Juli apakah dia berpikir ada power yang memanipulasi pasar, Trump dengan cepat menuding jari ke OPEC.

Iran menyalahkan AS sebab kenaikan harga

Hossein Kazampour Ardebili, gubernur OPEC Iran, menjelaskan pada Reuters bahwa sanksi Washington kepada minyak Iran dan Venezuela membuka jalan bagi peningkatan harga minyak.

Kenaikan harga juga bakal memungkinkan negara-negara Arab seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) demi membayar senjata yang mereka beli dari AS.

“Harga minyak yang lebih tinggi menyebabkan Trump mengarah ke tagihan energi yang lebih tinggi di Uni Eropa, Jepang, Cina dan India, mempengaruhi pertumbuhan ekonomi seperti tarif, juga memungkinkan Arab Saudi dan UEA demi membayar tagihan senjata mereka ke AS,” kata Kazempour Ardebili.

Teheran meragukan Arab Saudi dapat menambahkan minyak yang cukup demi mengkompensasi kekurangan yang mungkin terjadi kalau Trump memperketat sanksi, kata pejabat tinggi Iran. [ARN]



Source by Muhammad Najib

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *