Saudi Bingung Enggak Sanggup Bedakan Antara Teroris dan Bukan Teroris

Suriah ledek Arab Saudi yang bingung enggak sanggup bedakan teroris dan bukan teroris, Arab Saudi ancam para penyokong Hizbullah!

 

 

Islam-Institute, RIYADH – Arab Saudi menjelaskan mereka yang terkait dengan gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon akan diganjar sesuai dengan undang-undang anti-terorisme.

Menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang diterbitkan oleh kantor berita resmi negara itu SPA pada hari Minggu (13/03), penduduk negara dan orang asing yang tinggal di kerajaan Saudi akan berhadapan dengan “hukuman berat” kalau mereka bersimpati dan memberikan sokongan finansial, serta memberikan penjagaan kpd tiap-tiap anggota Hizbullah.

“Tiap-tiap penduduk negara atau warga yang menyokong, mempertunjukkan keanggotaan Hizbullah, bersimpati atau mempromosikan, berhubungan atau berkomunikasi atau memberikan penjagaan kpd siapa pun yang mempunyai keterkaitan pada Hizbullah, maka akan dikenakan hukuman sesuai dengan undang-undang anti-terorisme yang berlaku” penyataan dari Kementerian Dalam Negeri Saudi.

Langkah-langkah tersebut dilaksanakan di tengah ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya hubungan antara Libanon dan Arab Saudi. Riyadh menuduh, Hizbullah melaksanakan tindakan teroris kepada negara-negara Arab dan Muslim.

sebelum ini, dalam merespon tindakan Arab Saudi, sekretaris jendral Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah memukul balik dan menjelaskan bahwa “Arab Saudi marah sebab taruhannya di Suriah dan Yaman gagal.”

Bagaimana Tanggapan Hizbullah?

Hizbullah menilai keputusan Liga Arab, yang melabeli mereka selaku kubu teror nggak lepas dari campur tangan Arab Saudi. Menurut gerakan perlawanani Libanon tersebut, dengan munculnya keputusan itu, Saudi sama saja sudah mendeklarasikan perang kepada Hizbullah.

Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem menjelaskan, rezim Saudi berjuang untuk mengatakan dengan tegas bahwa Hizbullah ialah kubu teror di seluruh forum yang memungkinkan untuk membikin langkah tersebut.

“Mereka (Saudi) memposisikan tekanan pada pihak lain, termasuk waktu perjumpaan antar Menteri Luar Negeri anggota Liga Arab untuk melaksanakan hal yang sama,” kata Qassem, seperti dikutip ABNA pada Minggu (13/3).

Sheikh Naim Qassem juga menjelaskan bahwa Hizbullah menyokong persatuan Islam dan kesatuan nasional, dan bekerja untuk mempromosikan stabilitas dan keamanan.

“Hizbullah mengubur perselisihan sektarian” katanya, mempertunjukkan bahwa “Arab Saudi nggak sanggup mendominasi tanpa menanam hasutan dan menyabotase hubungan persatuan di kalangan ummat Islam sendiri dan antara Kristen dan Muslim”.

“Problem Arab Saudi dengan Hizbullah ialah gerakan perlawanan menyokong kemerdekaan bangsa, sementara Saudi mendapati gerakan Perlawanan selaku ancaman bagi kediktatoran dan dominasi mereka di Timur Tengah”, tambah beliau.

Sementara, Suriah melemparkan ledekan kepada Arab Saudi, terkait keputusan Liga Arab yang melabeli Hizbullah selaku kubu teroris. Suriah menyebut keputusan ini menunjukan bahwa Arab Saudi selaku pihak yang paling berpengaruh di Liga Arab tengah kebingunan, sehingga sulit membedakan mana teroris dan mana yang bukan.

“Kalau Hizbullah dan Angkatan Mobilisasi Populer di Irak ialah teroris di mata orang-orang yang setuju dengan itu dan di mata Organisasi Kerjasama Teluk, itu ialah logika Saudi, bahwa organisasi teroris seperti ISIS dan al-Nusra ialah gerakan perdamaian, pendirian, ketahanan, dan peradaban,” kata Menteri Info Suriah Omran al-Zoubi kpd PressTV.

Sementara itu, Khamis Al-Hindawi Menlu Tunisia menjelaskan pada hari Minggu (13/03) kemarin, bahwa perwakilan negaranya untuk perjumpaan Liga Arab menjelaskan dalam konferensi itu bahwa Tunisia menentang pernyataan Liga Arab yang mengumumkan Hizbullah selaku kubu teror sebab selama ini prestasi Hizbullah dalam membebaskan Lebanon dan menentang Israel ialah sesuatu yang bahkan membanggakan.

Pernyataan Menlu Tunisia ini menyusul pernyataan berbagai tokoh politik dunia Arab yang juga mengkritik keras keras keputusan Liga Arab Memblacklist Hizbullah. Sejumlah partai politik Arab pada hari Sabtu (12/03) kemarin cepat mengeluarkan pernyataan di mana mereka mengutuk keputusan Liga Arab yang memasukkan gerakan perlawanan Hizbullah, dalam daftar hitam kubu teroris. (AL/ARN)

 

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :