Jasa Web Alhadiy
Opini Inspiratif

Salah Paham Hadits Jihad, Ilusi Libido Kaum Jihadis Kerdilkan Akal

Salah paham hadits jihad menjadikan ilusi libido kaum Jihadis mengkerdilkan akal mereka…. Ada pengatin bom bunuh diri melindungi kelaminnya dengan plat baja atau beton agar Mr.P tetap utuh saat bom menghancurkan tubuhnya.

 

 

 

Islam-Institute, Bom Bunuh Diri – Puncak hasrat kaum jihadis yang doyan menghancurkan tubuhnya, adalah mendapat 72 bidadari. Betapa hebatnya nafsu mereka.

Saya tak tahu,motif apakah yang hegemonistik. Karena dorongan libido itu sendiri atau karena tertipu janji bidadari itu. Bisa jadi gabungan motif di atas. Ucap M. Monib

Tetapi, motif karena adanya reward itu nyata dan janji agama. Ada ayat dan Hadisnya. Sudah pasti tergiur dan terpedaya. Bayangin aja, yang ngejanjiin itu Tuhan atau utusanNya. Janji itu cespleng. Lebih2 pengiman pemula, tak bernalar, beragama level budak atau pedagang, pasti yakin stoknya ada. Bakal disajikan.

 

 

 

Betapa besarnya gairah libido atau seks mereka. Coba saja baca postingan saya sebelumnya. Ada aki aki yang siap jadi “pengantin” selangkangannya dilindungi plat baja atau beton. Kuatir mr.p luluh lantak. Ya pastilah. Bernalar tidak?

72 bidadari impian jihadis radikal
72 bidadari impian jihadis radikal

Bayangan saya sebagai foto dan ilustrasi berikut. Dengan gagah mereka membalut tubuhnya dengan bom. Siap operasi bom bunuh diri. Dibenaknya terbayang 72 bidadari bakal menjemput nyawa. Duarrrrrrr.

Tubuhnya gosong nan hangus. Serpihan tubuhnya amis dan memualkan. Sama sekali tidak seperti diinjeksikan: darahnya semerbak mewangi.

Benarkah 72 bidadari menunggu dan menyambutnya? Gak tahu juga. Rasanya tidak ya. Tak ada alasan berlabel sebagai martyr alias syahid. Yang pasti hangus dam gosong.  (AL/AJN/Mohammad Monib)

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker