Salafi Wahabi Mesir Kutuk Eksekusi Sheikh Nimr di Arab Saudi

Salafi Wahabi Mesir mengutuk eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr jadi pukulan telak bagi Wahabi Saudi. Sementara tokoh Ikhwanul Muslimin Mesi. Al-Halbawi, juga mengatakan dengan tegas siapapun yang menentang rezim Arab Saudi, pasti akan berakhir pada hukum pancung, baik Sunni maupun Syiah.

 

Islam-Institute, KAIRO – Bertentangan dengan harapan penguasa Arab Saudi supaya memperoleh sokongan, eksekusi mati Sheikh Nimr al-Nimr malah nggak cuma menimbulkan kebencian di kalangan salafi wahabi di jazirah Arab, khususnya Mesir. Bahkan Eksekusi itu sudah memanen kecaman dan kutukan dari para tokoh terkemuka Wahabi Mesir sampai menimbulkan konflik dan ikhtilaf dalam barisan mereka.

Para tokoh terkemuka Salafi wahabi Mesir mengumumkan bahwa putusan hukum mati yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi ialah sebuah kejahatan. penyelenggaraan hukuman itu ialah kejahatan terbaru dalam catatan rezim tersebut dalam perang melawan ulama dan Islam.

Salafi Wahabi Mesir juga mengatakan dengan tegas bahwa rezim Arab Saudi sedang menghabiskan petro dolarnya untuk melaksanakan penindasan, tindakan mematikan dan perang melawan agama di Mesir dan Yaman. Arab Saudi juga sedang menerapkan keputusan strategi yang sama di dalam negeri mereka, dengan menumpahkan darah para pengkritik dan penggiat demokrasi.

Mereka juga menambahkan bahwa hukuman eksekusi tersebut ialah murni politik enggak terkait denganIslam, sebab di negara itu nggak ada pengadilan yang sesuai syariat Islam. Jika pun ada, itu cuma sebuah nama dan gedung saja untuk mengelabui rakyat.

Para tokoh Salafi Wahabi Mesir juga menjelaskan Arab Saudi mengakui menjalankan undang-undang dan peradilan sesuai dengan syariat islam. Kalau itu benar, kenapa seorang lelaki berkebangsaan inggris yang terbukti mengkonsumsi minuman beralkohol, yang sebelumnya dijatuhi hukuman cambuk, tiba-tiba dibebaskan sebab tekanan dari pemerintah Inggris…, ini cuma sebuah contoh kecil dari sekian beberapa kasus pelanggaran syariat Islam yang bebas dari hukuman, terlebih lagi jikalau pelanggar itu dari keluarga kerajaan sendiri.

“mereka cuma menjadikan agama selaku alat politik untuk mengamankan kekuasaan”, tambahnya.

Doktor Khalid Sa’id, juru bicara Salafi Wahabi Mesir menjelaskan mereka yang menyandang predikat ulama di Arab Saudi cuma dipakai selaku alat untuk melaksanakan pembenaran atas kejahatan yang dilaksanakan kerajaan Arab Saudi. Mereka semestinya malu sebab sudah ikut andil dalam kejahatan keluarga kerajaan, dan mereka semestinya berpikir sebab fatwa-fatwa mereka yang menyokong kerajaan Arab Saudi cuma akan menghancur-leburkan agama.

Khalid Sa’id juga menjelaskan yang lebih mengherankan ialah para ulama bayaran itu menganggap diri mereka sedang membela agama, mereka menganggap peradilan kerajaan Saudi suci dan adil. Sementara penjara-penjara di negara itu full dengan para ulama dan mubalig (juru dakwah) yang berdiri menentang rezim dholim Al Saud atau menolak jadi alat kerajaan.

Juru bicara Salafi Wahabi Mesir itu juga menambahkan di dalam penjara-penjara Arab Saudi, beberapa di antara mereka yang sudah mendekam puluhan tahun tanpa proses peradilan dan hukuman yang terang, bahkan nggak jarang mereka memperoleh perlakuan nggak manusiawi.

Khalid Sa’id juga mengatakan dengan tegas kita mesti bangkit melawan rezim ini (Saudi), sebab mereka sedang berusaha menghancur-leburkan agama atas nama “agama”. Rezim Arab Saudi mengklaim dirinya selaku Ahlusunnah untuk untuk membenturkan Sunnah – Syiah dan menjadikannya selaku isu sektarian.

Doktor Kamal Al-Halbawi bagian dari tokoh Ikhwanul Muslimin Mesir juga mengumumkan seluruh manusia baik Syiah maupun Sunni, bahkan kafir sekalipun menganggap eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr sudah menyalahi hukum dan menabrak hak asasi manusia.

Al-Halbawi juga mengumumkan Arab Saudi akan menanggung akibat terburuk dari eksekusi ulama terkemuka Syi’ah tersebut. Mereka (pemerintah Arab Saudi) di bawah kekuasaan Amerika sudah terperangkap dalam konflik Suriah, Irak dan Yaman, bahkan mereka berusaha menyeret Mesir dalam perang tersebut.

Al-Halbawi juga mengatakan dengan tegas siapapun yang menentang rezim Arab Saudi, pasti akan berakhir pada hukum pancung, baik Sunni maupun Syiah.

Al-Halbawi juga mengkritik keras kelompok-kelompok wahabi yang merapat kpd pemerintah, seperti Hizb Nur dan al-Dakwa al-Salafiyah.  (AL/ARN/AU/AH)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :