Saham Seumur Hidup, Mau Saham Seumur Hidup?

Saham Seumur Hidup – Mau menikmati keuntungan saham seumur hidup? Bursa saham memang unik. Ada trader saham yang puas menadapat remah-remah keuntungan dari bertransaksi saham secara jangka pendek. Jangka jam-jaman, harian atau Mingguan.

Kalau punya uang beberapa tidak terpakai, atau bahkan cuma punya uang seadanya. Kenapa ndak memborong saham supaya mampu menikmati saham seumur hidup? Sekarang ini beberapa orang main saham dalam waktu instan. Ndak salah. Mungkin uang terbatas, sehingga diputar untuk menghasilkan uang. Walaupun ada juga yang gagal.

Apakah ndak baik main trading saham secara instan? ndak begitu maksudnya. Baik juga bermain saham instan. Sebab main trading saham instan jadi trend semenjak lama. Biasanya dalam waktu beberapa minggu, beberapa hari, bahkan beberapa jam.

Ada pula investor saham dengan horizon investasi jangka panjang, minimal lima tahun atau satu siklus bisnis. Mereka menjalankan strategi buy and hold (beli dan simpan). Jumlahnya mungkin ndak sebanyak trader saham. Strategi buy and hold dipercayai lebih rendah risikonya dibandingkan trading saham.

Seperti pesan Warren Buffett kpd para pemegang saham Berkshire Hathaway. Perusahaan yang kebanyakan sahamnya ia miliki, pada 1988. ”Our favorite holding period is forever “. Maklumlah, Buffett membeli saham dengan mind-set membeli sebuah bisnis. Inilah contoh orang yang membeli saham, untuk mempunyai saham seumur hidup.

 

 

Lukas Setia Atmaja. Financial Expert – Prasetiya Mulya Business School.

Keuntungan saham seumur hidup dengan strategi buy and hold

Meminjam cara berpikir para pemilik bisnis keluarga, kalau bisnis yang dipunyai cakep, mengapa wajib dijual? Analogi dengan pemilik bisnis keluarga tersebut. Bukankah dengan saham kita mampu menikmati pembagian dividen dan menikmati kenaikan harga saham seumur hidup?

Seorang Warren Buffett membeli saham Coca Cola senilai USD1 miliar pada 1988. Ia ndak pernah melepas saham tersebut sampai sekarang. Dia menikmati keuntungan saham seumur hidup.

Loading...
loading...

Jangan pandang sebelah mata strategi buy and hold. Ambil contoh, kalau kita membeli saham PT Astra Internasional Tbk 20 tahun silam, kita menikmati imbal hasil tahunan sebesar 17,5%. Ini belum memperhitungkan imbal hasil dividen yang kisaran 2%. Atau kalau kita menyimpan saham PT HM Sampoerna Tbk selama 20 tahun terakhir. Ketahuilah harga sahamnya tumbuh 21% per tahun, di luar dividen.

Hasil lebih maknyus kalau kita mempunyai saham seumur hidup perusahaan penghasil produk sejuta ummat, PT Unilever Indonesia Tbk. Selama 20 tahun terakhir, harga saham Unilever tumbuh rata-rata 27,5% setahun. Belum puas? Kalau kita beruntung menyimpan saham bank PT Bank Central Asia Tbk semenjak IPO 16 tahun silam. Maka kita menikmati keuntungan rata-rata 31% per tahun!

Coba ndak dijual, nikmati keuntungan saham seumur hidup

Kita mampu jadi pemegang saham dengan horizon jangka panjang. Dan Inilah lalu disebut saham seumur hidup. Jadi, kalau uang anda melimpah tidak terpakai jangan simpan di bawah bantal. Kenapa ndak membeli saham, lalu menikmati keuntungan saham seumur hidup?

Simpan

Simpan

Loading...

Simpan

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :