Sabilillah dan Ibnu Sabil

Manifestasi Zakat untuk Keadilan Sosial

Sabilillah dan Ibnu Sabil

Sabilillah dan Ibnu Sabil

Selamanya zakat memang akan senantiasa berhubungan dengan fakir miskin selaku bagian dari delapan kubu orang yang berhak menerimanya sebagaimana disebutkan dalam al_qur’an surat at-Taubah ayat 60 selaku berikut:

Pada dasarnya makna Sabililah terlalu umum, yaitu tiap-tiap sesuatu yang punya tujuan untuk lillahi ta’ala seperti jihad, madrasah, masjid. Akan tetapi dalam distribusi zakat, makna sabilillah ini oleh sebagian ulama diberi makna spesial seperti perang di jalan Allah dan kemaslahatan jihad.

Cuma saja dalam pendistribusian zakat ada pandangan sebagian ulama (Imam al-Qaffal) yang tetap memberikan makna umum Sabililillah.

Sedangkan makna Ibnu Sabil ialah orang yang dalam sebuah perjalanan yang dibolehkan (bukan perjalanan maksiat) dan nggak mempunyai kecukupan harta di tangannya. Oleh sebab itu para ulama memberikan persyaratan tertentu dalam hal ini:

  1. Muslim
  2. Nggak memungkinkan berhutang (mazhab maliki)
  3. Bukan termasuk ahlul bait (keluarga atau anak cucu nabi)
  4. Nggak dalam perjalanan maksiat

Dari sini dapat disimpulkan perbedaan sabilillah dan Ibnu Sabil, bahwa yang pertama bermakna terlalu umum bagi sesuatu yang punya tujuan lillahi ta’ala, sedangkan Ibnu Sabil ialah orang-orang yang bepergian (nggak berada di rumah) untuk tujuan-tujuan yang diizinkan syariat (seperti belajar bagi para pelajar).

Wallahu A’lam bis-Shawab

Source by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :