Adakah Sabar yang Diharamkan?

Dua Keuntungan Orang yang Suka Menolong

Adakah Sabar yang Diharamkan?

Di antara sifat yang paling mulia dan utama ialah sabar. Keutamaan sifat ini tidak sedikit disebutkan dalam al-Qur’an, hadis, dan penjelasan para ulama. Menurut Abu Hamid al-Ghazali, setidaknya ada kisaran tujuh puluh lebih keterangan al-Qur’an terkait sifat keutamaan sabar, anjuran sabar, dan ganjaran yang bakal diperoleh orang yang selalu menjaga kesabaran.Saking mulianya tabiat ini, enggak heran bila kesabaran senantiasa diidentikan dengan keimanan. Seperti yang dikatakan Sahabat Ali Bin Abi Thalib, “Ketahuilah bahwa kaitan antara kesabaran dengan keimanan ialah ibarat kepala dengan tubuh. Kalau kepala insan telah ndak ada, maka secara langsung tubuhnya juga ndak bakal berfungsi. Beginilah pula dengan kesabaran, apabila kesabaran telah hilang, maka keimanan pun bakal hilang.”

Dalam Ihya Ulumuddin, al-Ghazali menerangkan bahwa kesabaran mempunyai berbagai macam hukum. Ndak seluruhnya bentuk kesabaran yang dinilai baik dan mulia. Bakal tetapi, ada sejumlah bentuk kesabaran yang malah dinilai ndak baik dan kurang tepat. Kesabaran pun sesungguhnya wajib tahu tempatnya supaya ndak terjebak pada kesabaran yang diharamkan. Al-Ghazali menjelaskan:

Loading...
loading...
“Sabar dapat dibagi sebagai sejumlah kategori sesuai dengan hukumnya: sabar wajib, sunnah, makruh, dan haram. Menahan diri dari segala sesuatu yang dicegah syariat ialah sabar wajib. Menahan diri yang makruh merupakan sabar sunnah. Sedangkan menahan diri dari sesuatu yang dapat membahayakan merupakan sabar terlarang (haram), seperti menahan diri demi ndak menolong orang lain atau anaknya yang tangannya putus…….”Keterangan ini menunjukan bahwa dalam sejumlah seseorang perlu demi ndak bersabar. Malah waktu dia bersabar malah terjebak dalam kekhilafan dan keharaman. Seperti yang dicontohkan di atas, waktu menyaksikan orang yang tertimpa musibah, maka sebaiknya kita langsung menolong orang tersebut, apalagi bila korbannya berada dalam keadaan darurat.

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :