Saat Gus Dur dan Gus Mus Ngerjain Calon Kyai Gontor

Teh yang digodok panas-panas tentu enak dan buat antusias. Tetapi tidak bagi KH Syukri Zarkasyi (Gontor) waktu sowan ke kos-kosan Gus Dur dan Gus Mus.
Saat kuliah di Kairo, Mesir, Gus Dur suka memelonco pendatang baru dari Tanah Air. Partnernya dalam panitia perpeloncoan biasanya ialah KH Mustofa Bisridari Rembang yang Saat ini terkenal selaku kiai-penyair.

Pada suatu hari KH Syukri Zarkasyi yang tatkala itu pasti belum Kyai Hajidan menurut Gus Dur pekerjaannya di Kairo cuma main band tapi pulang-pulang jadi kyai bertamu ke tempat kos Gus Dur dan Gus Mus. Tentu saja disambut dengan full keramahtamahan. Dipersilakan duduk, saling menanyakan keamanan, di-godog-kan air untuk membikin minuman teh dan seterusnya.

KH Syukri Zarkasyi

Cuma saja sebab namanya saja tempat kos: kamar, dapur, dan ruang belajar ya jadi 1. Maka Gus Syukri menyaksikan segala yang dilaksanakan oleh tuan rumahnya. Gus Mus mempersiapkan cangkir dan lepek seraya menanyakan untuk Gus Dur, Di mana lapnya tadi?

Loading...
loading...

Gus Dur berjalan ke sisi almari, mengambil lap yang ternyata ialah celana dalam utawa sempak. Lalu Gus Dur memberikannya untuk Gus Mus dan diterima dengan muka dingin, lantas langsung dipakai untuk ngelap cangkir seraya mengobrol dengan Gus Syukri.

Merah-padamlah muka calon kyai Gontor ini, sekaligus pucat-pasi. Saat teh telah tersuguhkan, mau tidak mau ia meminumnya, walaupun perasaan dan lidahnya bercampur-aduk.

Sekian lama lantas baru mereka bertiga tertawa cekakakan. Cangkir mesti dilap dengan kain istimewa yang paling bersih, di antara kain-kain yang ada. Dan kain itu betul-betul gress dari toko, belum pernah dipakai selaku sempak, sebab itu belum sanggup disebut sempak, kata Gus Dur membela diri.

Dalam dunia santri, ngerjain atau memelonco telah akrab dilaksanakan. Bukan semata-mata sebab target jail atau iseng, dibalik itu supaya nantinya timbul keakraban yang senantiasa membekas bagi mereka.

Loading...

[FiqhMenjawab]

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :