Rusia Tolak Tudingan NATO dan AS Mengenai hal Pelanggaran Perjanjian INF

MOSKOW – Rusia sudah menepis tudingan NATO dan Washington bahwa Moskow sudah menabrak perjanjian kontrol senjata nuklir era Perang Dingin dengan Amerika Serikat dengan mengembangkan rudal jelajah yang terlarang.

Sekretaris Jend. NATO, Jens Stoltenberg, secara legal menuding pada Selasa, bahwa Rusia menabrak Perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF) 1987, yang mencegah rudal nuklir berbasis darat di Eropa.

Stoltenberg secara efektif menyokong Presiden AS Donald Trump, yang pada Oktober menuding Rusia tidak mentaati perjanjian tanpa menawarkan bukti dan Menyatakan penarikan AS dari perjanjian INF.

“Sekarang terserah Rusia untuk melestarikan Perjanjian INF,” kata kepala NATO. “Mereka mempunyai Peluang terakhir untuk mempertunjukkan dengan cara yang bisa diverifikasi bahwa mereka mentaati perjanjian.”

BacaAS Tarik Diri dari INF, Putin Balik Ancam dengan Rudal Hipersonik Rusia.

“Tetapi kami juga wajib mempersiapkan dunia tanpa perjanjian,” tambahnya.

AS ialah member NATO, aliansi angkatan bersenjata itu sendiri bukan Adalah pihak INF. Berikutnya, AS mempunyai kehadiran angkatan bersenjata yang besar, termasuk dalam bentuk personel dan matériel, di semua Eropa. Sementara, Rusia tidak.

Moskow, membantah tudingan Trump, juga menepis pernyataan Stoltenberg, dengan menjelaskan bahwa pihaknya sepenuhnya mentaati ketentuan perjanjian itu.

“Rusia secara ketat mentaati ketentuan perjanjian [INF], dan pihak Amerika tahu ini,” kata Jubir Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova seperti dilansir oleh kantor berita Interfax.

Dia juga bereaksi kepada pernyataan yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang pada konferensi pers bareng Stoltenberg menetapkan tenggat waktu bagi Moskow untuk mentaati INF.

Pompeo menjelaskan Kremlin mempunyai 60 hari untuk kembali mentaati perjanjian itu, atau administrasi Trump akan meninggalkan pakta itu.

“Selama 60 hari ini, kami masih tidak akan menguji atau memproduksi atau menerapkan sistem apa pun, dan kami akan menyaksikan apa yang terjadi selama periode 60 hari ini,” katanya.

“Bangsa kita punya pilihan. Kami juga mengubur kepala kami di pasir atau kami mengambil tindakan selaku tanggapan atas pengabaian mencolok Rusia atas ketentuan yang diekspresikan dari Perjanjian INF,” Pompeo menambahkan.

Dalam sebuah pernyataan, menteri luar negeri NATO juga meminta Rusia “untuk cepat kembali ke kepatuhan full dan bisa diverifikasi.”

Moskow: AS tidak membuktikan pelanggaran Rusia

Zakharova menjelaskan pada briefing pada hari Rabu bahwa Kedutaan Besar AS di Moskow sudah menyerahkan sebuah catatan dan dokumen-dokumen lain pada hari Selasa, yang menjelaskan Washington akan membuang INF kecuali Rusia mulai mentaati hal itu.

Akan tetapi dia menekankan kembali bahwa Washington belum memberikan bukti bahwa Moskow sudah menabrak perjanjian itu.

“Dokumen-dokumen ini diterima untuk diproses lebih detail,” katanya. “Di dalamnya, sekali lagi ada tudingan tidak berdasar soal Sangkaan pelanggaran kepada perjanjian ini. Kami sudah berkali-kali menjelaskan bahwa ini ialah Sangkaan. Tidak ada bukti (Sangkaan pelanggaran kami) yang sudah disampaikan untuk kami.”

Zakharova menjelaskan Kremlin siap untuk terus mendiskusikan problem ini dengan Washington.

Rusia menyerukan ‘Perundingan full’

Viktor Bondarev, ketua Komite Pertahanan dan Keamanan di majelis tinggi Rusia, juga merespon tudingan dalam Tanya Jawab dengan kantor berita Sputnik.

“Kesalahpahaman waktu ini kepada Perjanjian INF bisa diselesaikan dengan Perundingan full antara Rusia dan Amerika Serikat. Hasilnya dapat jadi adaptasi dari Perjanjian,” kata Bondarev.

“Kami menganggap Penting mentaati Perjanjian INF dan mengadvokasi pelestariannya. Ini ialah posisi legal dari kepemimpinan Rusia,” katanya. “Akan tetapi, kalau Amerika Serikat mengakhiri perjanjian itu, kami wajib merespon dengan serangkaian tindakan, termasuk mempercepat pengembangan dan komisi dari kategori senjata modern.”

sebelum ini, waktu Trump menjelaskan AS akan mengakhiri INF, Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan bahwa negaranya akan mengambil tindakan yang sesuai. [Sfa]

Salfy News

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.