Rusia: Rudal yang diakui Jatuhkan MH17 Dibuang semenjak 2011

Rusia: Rudal yang diakui Jatuhkan MH17 Dibuang semenjak 2011


loading…

MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia kembali membantah bahwa angkatan bersenjata Moskow selaku pelaku penembak rudal yang menjatuhkan pesawat Malaysia Airlines MH17 di langit Ukraina pada 17 Juli 2014. Kementerian itu mengakui, rudal yang dituduhkan telah dibuang dari pelayanan angkatan bersenjata semenjak 2011.Tim Ivestigasi Gabungan (JIT) dalam konferensi pers menyimpulkan Rusia bertanggung jawab atas sistem rudal Buk yang menjatuhkan pesawat MH17.

“Kementerian Pertahanan Rusia menganalisis materi video yang disajikan pada 24 Mei dalam konferensi pers Tim Investigasi Gabungan (JIT) Belanda, yang terlibat dalam investigasi kecelakaan (pesawat) penumpang Boeing di langit Ukraina pada 2014,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pengumuman terbuka, Jumat (25/5/2018).

Menurut kementerian itu, seluruhnya rudal, yang mesinnya didemonstrasikan oleh JIT Belanda, telah dibuang semenjak 2011.

“sesudah 25 tahun beroperasi, seluruhnya rudal dari sistem Buk tunduk pada dekomisioning dan mengalami pembuangan, dan penggunaan lebih detail dari produk ini bisa menimbulkan ancaman langsung kepada kehidupan prajurit,” lanjut kementerian tersebut.

“Umur hidup maksimum rudal dari mesin yang ditunjukkan oleh komisi Belanda Kamis lalu ialah (sampai) 2011 (1986 + 25), seusai itu seluruhnya rudal yang diproduksi tahun itu disita, dinonaktifkan dan dikirim guna dibuang,” imbuh kementerian tersebut, yang dikutip Sputnik.

Masih menurut kementerian tersebut, Nggak ada rudal anti-pesawat baru yang dipasok menuju Ukraina, yang mempunyai berkisar 20 batalyon sistem rudal Buk semenjak 1991.

Lebih detail kementerian itu menjelaskan bahwa komisi Belanda sudah menutup-nutupi info soal di mana dan kapan mesin rudal Buk ditemukan, serta soal orang-orang yang menyerahkannya terhadap para penyelidik.

Loading...
loading...

Kementerian itu menulis bahwa Tim Investigasi Gabungan yang dipimpin Belanda mempergunakan casing dari mesin rudal Buk, yang dipamerkan selama konferensi pers hari Kamis, selaku bagian bukti keterlibatan angkatan bersenjata angkatan bersenjata Rusia dalam tragedi tersebut.

“Akan tetapi, pembicara lebih memilih guna Nggak menyebutkan kapan dan di mana mesin itu ditemukan, siapa yang menyerahkan item ini menuju komisi investigasi,” imbuh pengumuman terbuka kementerian itu.

“Satu-satunya alasan guna membungkam secara sengaja sumber asal mesin roket yang dipamerkan, yang diproduksi pada 1986, oleh komisi investigasi Belanda ialah bahwa itu bisa jadi milik angkatan bersenjata Ukraina.”

Kremlin pun dengan tegas menolak tudingan keterlibatan Rusia dalam kecelakaan MH17.

“Penyelidikan yang dikerjakan di Belanda oleh tim investigasi Nggak masuk didalamnya pihak Rusia, walaupun pihak Ukraina diwakili. Tentu saja, (Rusia) Nggak sanggup sebagai peserta full dalam pekerjaan tim investigasi itu, Rusia Nggak tahu sejauh mana  bisa mempercayai hasil dari pekerjaan ini,” kaya juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

(mas)

Rusia: Rudal yang diakui Jatuhkan MH17 Dibuang semenjak 2011

Loading...

[Surce]

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

KOLOM KOMENTAR ANDA :