Berita Indonesia

Rusia Peringatkan Indonesia Akan Ancaman Serangan Teroris

Jasa Web Alhadiy

Menlu Rusia Ingatkan Ancaman Serangan Teroris di Indonesia, Warga Rusia Diminta Untuk Mengontak Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.

 

Islam-institute, MOSKOW – Berita Rusia terbaru mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan ancaman teror di Indonesia. Kantor berita Sputnik, Rusia (19/12) melaporkan, Kemenlu Rusia, Sabtu (19/12) dalam pernyataannya mengungkap informasi yang berhasil diperoleh terkait kemungkinan terjadinya serangan teror di Indonesia.

Kemenlu Rusia memperingatkan warganya untuk tidak memasuki lokasi-lokasi keramaian di Indonesia. Dalam pernyataannya, Kemenlu Rusia juga meminta warganya untuk mengontak Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.

Pemerintah Indonesia, bulan lalu meningkatkan pengawasan keamanan di seluruh wilayah khususnya bandara, istana negara, pusat-pusat perbelanjaan dan sekitar kedutaan besar asing. Pengawasan keamanan itu dilakukan pasca meningkatnya ancaman-ancaman serangan teror di Indonesia.

Sementara itu, Detasemen Khusus 88 Antiteror berhasil menggagalkan plot teror pengeboman dengan menangkap setidaknya delapan orang tersangka di sejumlah tempat sejak Jumat hingga Sabtu (18-19/12).

Operasi penindakan pertama digelar pada Jumat (18/12) dengan TKP di Majenang, Kabupaten Cilacap sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu yang ditangkap ada dua orang, yaitu Ris alias Iw alias Za, yang lahir di Bukit tinggi, 9 November 1975 dan alamat asalnya Sijunjung, Sumatra Barat. Dan kedua adalah Yud Sya alias Kho. Lahir di Ujung Pandang, 9 November 1986. Alamat asal di Wonorejo, Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Dari Majenang, Densus bergerak ke Purbaratu, Tasikmalaya pada Jumat pukul 16.05 WIB di mana kemudian ditangkap Zae dan As Ar.

Apa Sasaran Serangan Teroris?

Seperti diberitakan menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti jaringan itu diduga memang hendak melakukan aksi pengeboman di sejumlah tempat di Indonesia. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti objek apa yang akan jadi sasaran serangan para teroris.

Mereka merupakan pendukung ISIS dan ada yang simpatisan. Serta ada yang merupakan anggota Jamaah Islamiah. Menurut Badrodin penangkapan mereka itu berdasarkan warning dari FBI dan Australia Federal Police. Tak ingin kedahuluan mereka beraksi, maka polisi menangkap mereka lebih dulu. (AL/ARN/Sputnik)

 

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker