Rusia Bersumpah Bakal Mempertahankan JCPOA

Rusia Bersumpah Bakal Mempertahankan JCPOA

MOSKOW – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menjelaskan tuntutan baru AS kepada Iran sungguh-sungguh tak bisa diterima, dan bersumpah bahwa Moskow bakal terus bekerja demi mempertahankan kesepakatan nuklir Iran, yang secara resmi dikenal selaku Rencana Aksi Bareng Komprehensif (JCPOA).

“Kami prihatin soal fakta bahwa kampanye anti-Iran meningkat di Washington. Tampaknya Amerika Serikat sudah membikin keputusan akhir demi mempergunakan strategi ultimatum dan ancaman kepada Iran. Ini bertentangan dengan ghirah JCPOA dan keluar dari hubungan antar negara yang normal,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada briefing Rabu.

“Tidak cuma pemerintah AS menarik diri dari perjanjian yang menabrak norma-norma internasional, bahkan mengedepankan tuntutan yang tak dapat diterima oleh Teheran,” tambahnya.

Dalam pidato keputusan strategi luar negeri pertamanya semenjak geser menuju Departemen Luar Negeri dari CIA, Sekretaris Negara Mike Pompeo menjelaskan Washington bakal meningkatkan tekanan keuangan kepada Iran dengan memberlakukan “sanksi terkuat dalam sejarah” atas Republik Islam Iran, kalau Teheran menolak demi mengubah keputusan strategi luar negeri dan domestiknya.

Pompeo pun menguraikan 12 tuntutan keras AS demi Iran, masuk didalamnya menghentikan pengayaan uraniumnya dan menutup reaktor air beratnya, demi saban “kesepakatan baru” dengan Teheran.

Pengumuman terbuka itu muncul banyak minggu sesudah Presiden AS Donald Trump menarik Washington keluar dari JCPOA yang ditandatangani antara Iran dan negara-negara besar.

Trump mengumumkan pada 8 Mei bahwa Washington sedang berjalan menjauh dari perjanjian nuklir, yang dicapai antara Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB – AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China – plus Jerman – pada tahun 2015.

Dia pun menjelaskan dia bakal mengembalikan sanksi nuklir AS menuju Iran dan memberlakukan “tingkat tertinggi” larangan ekonomi kepada Teheran.

Juru bicara Rusia menjelaskan bahwa AS menarik keluar dari JCPOA, “peserta lain dalam kesepakatan bertekad demi mempertahankan perjanjian, dan menambahkan, “Kami bakal terus bekerja demi maksud itu. Yang penting ialah bahwa Teheran pun mentaati kewajibannya, sebagaimana ditegaskan oleh IAEA (Badan Energi Atom Internasional).”

Zakharova menjelaskan nasib perjanjian Iran bakal diterjemahkan pada perjumpaan baru Komisi Bareng yang memantau penyelenggaraan perjanjian di Wina pada 25 Mei, tanpa AS demi pertama kalinya.

Pejabat Rusia itu pun sekali lagi mengumumkan oposisi Moskow kepada sanksi sepihak.

“Kami tak pernah menyokong keputusan strategi sanksi sepihak dan tak bakal pernah melaksanakan itu asbab kami percaya itu ialah tidak resmi. Kami bertekad demi memajukan kerjasama komprehensif kami dengan Iran,” kata Zakharova.

Cepat sesudah keluarnya Washington dari kesepakatan, pihak-pihak Eropa dengan pakta nuklir sedang berusaha menemukan cara demi mempertahankannya.

Iran sudah menjelaskan bakal tetap di JCPOA demi ketika ini, dan menanti negosiasi dengan penandatangan lain dalam banyak minggu yang akan datang sebelum membikin keputusan akhir soal peran masa depannya dalam perjanjian tersebut. [ARN]


Rusia Bersumpah Bakal Mempertahankan JCPOA


ARNLink

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.