Rusia: 2 Truk Klorin White Helmets Jatuh ke Tangan ISIS

Rusia: 2 Truk Klorin White Helmets Jatuh ke Tangan ISIS

Rusia: 2 Truk Klorin White Helmets Jatuh ke Tangan ISIS

SURIAH – Kemenhan Rusia menjelaskan tabung-tabung klorin jatuh ke tangan para teroris Daesh/ISIS sesudah mereka menyerbu markas White Helmets yang Disokong Barat dan anggota milisi Jabhat Al-Nusra di Suriah utara.

Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia, Mayor Jend. Vladimir Savchenko, Menyatakan dalam pernyataan hari Rabu bahwa teroris pro-Daesh pada Selasa malam “menyerbu markas detasemen organisasi teroris Hayyat Tahrir al-Sham,”  di desa al-Lataminah, provinsi Hama.

“Akibatnya, 4 anggota milisi dan 2 karyawan organisasi White Helmets meninggal. 2 kontainer klorin dicuri dari ruang kantor pusat,” tambah pernyataan itu.

Pejabat Rusia meneruskan dengan menjelaskan bahwa wadah-wadah klorin yang dicuri dipindahkan ke selatan provinsi Aleppo dan diberikan ke kubu teroris Harras al-Din, yang terkait dengan Daesh.

Savchenko menyalahkan negara-negara Barat yang menyokong anggota milisi sebab “tindakan tidak bertanggung jawab” mereka, yang sudah menyebabkan situasi di mana teroris bisa memperoleh akses ke agen-agen kimia.

Agen-agen kimia sudah berakhir di tangan teroris Daesh, yang tindakannya tidak bisa diprediksi, tambah pernyataan itu.

Pernyataan itu muncul beberapa minggu sesudah kementerian pertahanan Rusia mengingatkan teroris dan kubu White Helmets, yang dituduh bekerja dengan anggota milisi Takfiri dan meluncurkan serbuan bendera palsu di Suriah, sudah berjumpa di provinsi barat laut Idlib untuk melancarkan serbuan kimia, yang akan mereka salahkan pada Presiden Bashar al-Assad.

Loading...
loading...

Pada awal September, Juru Bicara Menhan Rusia Mayor Jend. Igor Konashenkov menjelaskan berdasar pada data “tidak terbantahkan”, kubu teroris termasuk Jabhat al-Nusra, dan member dari kubu White Helmets berjumpa di Idlib untuk mempersiapkan skenario akhir serbuan kimia yang akan menargetkan kota-kota Jisr ash-Shugur, Serakab, Taftanaz dan Sarmin.

Pada bulan Agustus, Kemenhan Rusia sudah menulis bahwa delapan tabung klorin sudah dikirim ke sebuah desa dekat kota Jisr al-Shughur, Idlib, dan bahwa kubu anggota milisi yang dilatih asing juga sudah Sampai di daerah tersebut untuk mensimulasikan operasi penyelamatan sesudah serbuan yang dipentaskan.

Rusia menjelaskan para teroris itu bermaksud untuk melancarkan serangan-serangan kimia dan menyalahkan pemerintah Suriah untuk memprovokasi serbuan barat tatkala pemerintah Assad berencana meluncurkan serbuan skala full untuk merebut kembali provinsi Idlib yang dikuasai anggota milisi.

Serbuan itu, bagaimanapun, dicancel sesudah Rusia dan Turki setuju untuk menegakkan zona demiliterisasi baru di Idlib, dimana pemberontak “radikal” diminta untuk mundur pada 15 Oktober. [ARN]


Arrahmah News
by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :