Rupiah Anjlok, Ongkos Pelaksanaan Haji Bakal Dikaji Ulang

Rupiah Anjlok, Ongkos Pelaksanaan Haji Bakal Dikaji Ulang


loading…

JAKARTA – DPR berbarengan Kementerian Agama bakal membicarakan revisi ongkos Pelaksanaan haji akibat anjloknya mata uang rupiah kepada dolar sampai Rp14.000 lebih.Tapi satu yang paling membedakan penyelenggaraan haji tahun sekarang ialah kehadiran Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang diatur dalam UU Nomor 34 Tahun 2014

Anggota Komisi VIII DPR Achmad Mustaqim menjelaskan, dengan kehadiran BPKH maka proses pembahasan ongkos Pelaksanaan haji tidak cuma dibicarakan dengan Kementerian Agama, tapi BPKH wajib dilibatkan.

“Kami hari ini berbarengan kementrian agama dan BPKH bakal membicarakan problem itu,” kata Achmad Mustaqim melalui keterangan tertulisnya, Kamis (24/5/2018).

Bagian poin penting yang bakal dibicarakan, yaitu usulan penyelarasan anggaran operasional haji terkait terjadinya perubahan asumsi kurs, yaitu ketika penetapan BPIH sebesar Rp13.400 per USD1. Tapi ketika ini tembus Rp14.000 per USD1.

Secara prinsip, kata dia, ongkos haji terdiri atas direct cost yang dibebankan terhadap calon jemaah haji dan indirect cost yang diperoleh dari optimalisasi biaya haji yang dikelola BPKH plus alokasi APBN.

Pada penghitungan indirect cost dengan asumsi USD1 setara dengan Rp13.400 maka total kebutuhan berkisar Rp6,7 triliun. Sebegitu terjadi pelemahan rupiah yang tembus sampai Rp14.000 maka pasti bakal terjadi pembengkakan atau penambahan anggaran indirect cost.

Oleh sebab itu, kata dia, segala perubahan terkait anggaran BPIH 2018 wajib memperoleh persetujuan DPR. Nah, Komisi VIII bakal mendengarkan pertimbangan dari kementrian agama maupun BPKH.

“Ya semoga hari ini ada jalan penyelesaian dari melemahnya rupiah yang berimbas ongkos Pelaksanaan haji,” tuturnya.

(dam)

Rupiah Anjlok, Ongkos Pelaksanaan Haji Bakal Dikaji Ulang

[Source]

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :