Ribuan Teroris Menghilang di Irak, Suriah dan Libya

Ribuan teroris, Irak – Ribuan teroris ISIS menghilang sesudah kekalahan di Irak, Suriah dan Libya. Badan intelijen Arab dan Barat membentuk ruang operasi berbarengan. Untuk melacak ribuan teroris ISIS yang tiba-tiba menghilang di Irak, Suriah dan Libya.

Situs berita al-Maalomah memberitahukan bahwa “ratusan teroris Daesh yang selamat dari kekalahan dalam pertempuran di Sirte, Libya. Selain teroris yang masih hidup sesudah kekalahan di Aldoaash dalam beberapa pertempuran besar di Irak dan Suriah. (Ribuan teroris) menghilang atau menyelamatkan diri melintasi tapal batas negara Turki.”

Sumber itu, menambahkan bahwa sebelumnya “unsur-unsur teroris yang tersisa baik mereka yang sudah menyelamatkan diri berbarengan pengungsi dan masyarakat sipil. Tetapi mereka Saat ini sudah menyelinap ke negara-negara tetangga seperti Turki, Eropa dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Seperti halnya di Irak, Suriah atau menyelinap ke negara-negara Afrika Utara, seperti yang terjadi di Libya.”

Seorang pejabat intelijen yang menolak disebutkan namanya, menjelaskan “kisaran 700 teroris ISIS asal Tunisia sudah menghilang. Sementara pencarian tetap dilaksanakan untuk ribuan dari mereka.”

“Kami sudah bertukar daftar pencarian orang dengan negara-negara Teluk dan Afrika Utara. Serta dengan Jordan, Turki, Perancis, Belgia, Jerman dan negara-negara lain. Termasuk nama-nama teroris yang berjuang berbarengan ISIS,” katanya.

Laporan ini menekankan bahwa “teroris memahami dengan baik situasi. Dan menyelamatkan diri dalam usaha untuk mempersiapkan infrastruktur ISIS di negara asal mereka. Atau untuk mempersiapkan komposisi sel baru untuk melakukan operasi teroris di negara-negara tempat mereka bersembunyi.”

Pemberontak akui ribuan teroris mati di Aleppo dalam satu bulan terakhir

 

Sumber-sumber dari pihak pemberontak mengakui bahwa kubu teroris sudah kehilangan lebih dari 1.500 anggota. Semenjak mereka terakhir mencoba untuk mematahkan pengepungan kota Aleppo kisaran 5 minggu yang lalu.

“Kubu-kelompok angkatan bersenjata yang beroperasi di bawah gabungan 22 kubu anggota milisi Jeish Al-Fatah. Termasuk Fatah Al-Sham (cabang Al-Qaeda di Suriah yang sebelumnya dikenal selaku front Al-Nusra). Sudah melancarkan 7 operasi besar-besaran dari dalam dan luar Aleppo kota untuk memecahkan pengepungan yang diberlakukan oleh serdadu Suriah. Dan sekutunya dalam dua bulan terakhir,“ kata sumber dari pihak pemberontak ke media Arab pro-militansi pada hari Sabtu (10/09) kemarin.

“Semenjak gelombang terakhir dari operasi ini diawali bulan lalu, sejumlah minimal 1.500 anggota milisi sudah mati dalam perang,” tambahnya.

“Akan tetapi begitu”, katanya, “menurut penghitungan Jeish Al-Fatah sendiri kisaran 2.700 anggota milisi dari berbagai kubu sudah kehilangan nyawa mereka. Dalam pertempuran Aleppo semenjak kota itu dikepung pada akhir Juli.”

Kisaran 9.000 teroris berada di Aleppo tatkala serdadu mengepung full kota itu pada 31 Juli. Operasi ofensif besar-besaran pertama yang dilaksanakan para anggota milisi. Untuk memecahkan pengepungan terjadi beberapa hari sesudah pengepungan serdadu Suriah. Yang mana serdadu Suriah dibantu Hizbullah, pasukan rakyat Irak dan kubu Palestina. Dan juga angkatan udara Rusia selesai mengepung kota terbesar kedua di negara itu.

Serdadu Suriah mengumumkan pada hari Jumat bahwa ribuan teroris cuma mempunyai waktu 48 jam untuk meninggalkan posisi mereka. Di distrik-distrik Timur dari Aleppo dan meninggalkan kota.

Simpan

Simpan

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :