Retno ke Menlu Saudi: Bayar Kompensasi WNI Korban kecelakaan Crane

Retno ke Menlu Saudi: Bayar Kompensasi WNI Korban Insiden Crane

Retno ke Menlu Saudi: Bayar Kompensasi WNI Korban kecelakaan Crane

JAKARTA – Indonesia meminta Arab Saudi cepat memberikan biaya santunan ke semua korban insiden crane yang jatuh di Masjidil Haram, Mekkah, waktu penyelenggaraan ibadah haji pada 2015 lalu.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menjelaskan pemenuhan hak para korban kecelakaan nahas itu jadi bagian topik yang dia bahas waktu berjumpa Menlu Saudi Adel Al Jubeir di kantornya, Selasa (23/10).

“Ke Menlu Jubeir, saya juga meminta perhatian penanganan isu-isu penjagaan WNI yang belum selesai seperti penanganan korban jatuhnya crane pada 2015 lalu dan perusahaan Saudi bin Laden Group (perusahaan kontraktor crane),” ujar Retno dalam pernyataan pers berbarengan Adel bakda perjumpaan.

Kejadian crane ambruk terjadi pada 11 September 2015. kecelakaan itu jadi yang paling mematikan selama penyelenggaraan ibadah haji.

Tragedi tersebut merenggut 110 nyawa, sebanyak 11 di antaranya Adalah calon jamaah haji asal Indonesia.

Sementara itu, hitungan total korban cedera mencapai 210 orang, delapan di antaranya mengalami cacat permanen. Sebanyak 42 korban cedera berasal dari Indonesia.

Semenjak lama Saudi sudah berjanji akan membayar santunan bagi Famili korban meninggal dan cedera akibat insiden tersebut.

Tapi, pemberian itu tidak kunjung dilaksanakan lantaran pihak kerajaan menanti data semua korban komprehensif. Kementerian Luar Negeri RI memastikan bahwa data semua WNI yang jadi korban insiden itu telah rampung.

Kecuali isu santunan crane, Retno dan Adel juga membicarakan usaha penguatan penjagaan WNI, khususnya tenaga kerja Indonesia di Saudi. Retno meminta Saudi memperkuat regulasi yang bisa memastikan semua TKI memperoleh hak-haknya selama bekerja di sana.

Loading...
loading...

Menurut Retno, isu penjagaan WNI jadi bagian hal penting dalam relasi Riyadh dan Jakarta sebab beberapa WNI tinggal di Saudi. menurut data Kementrian Luar Negeri RI teranyar, sebanyak lebih dari 608 ribu WNI tinggal di Saudi.

“Kemarin waktu berjumpa Presiden Joko Widodo, Menlu Jubeir menyampaikan bahwa Saudi terus berusaha memperkuat penjagaan WNI seperti memberlakukan aturan jam kerja, peningkatan upah minimum, dan penghormatan hak-hak bagi para buruh,” kata Retno.

Tidak lupa, Retno juga meminta Adel untuk memperkuat koordinasi ke-2 negara dalam kerja sama notifikasi kekonsuleran. Notifikasi ini berlaku khususnya untuk saling memberi tahu kalau masing-masing masyarakat negara mengalami problem, khususnya masalah hukum.

“Kerja sama notifikasi kekonsuleran ini jadi terlalu lumrah dalam hubungan ke-2 negara sebab sesuai dengan Konvensi Wina,” ujar Retno.

Notifikasi kekonsuleran jadi terlalu berguna waktu WNI tengah mengalami problem di Saudi. Selaku contoh, kalau ada WNI yang ditangkap atau terlibat pelanggaran hukum yang serius, maka pemerintah Saudi akan memberi notifikasi ke KBRI.

Dengan notifikasi, KBRI sanggup cepat mengetahui WNI yang tengah berhadapan dengan problem di negara tersebut sehingga pendampingan dan penjagaan lebih maksimum. [ARN/CNN]


ArrahmahNews
Shared by Samsul Anwar

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :