Ramzan Kadyrov Mulai Dikafirkan oleh Muhammad Al-Arifi

RIYADH, Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov mulai dikafirkan oleh pentolan Wahabi, Muhammad Al-Arifi. Guru besar Wahabi Takfiri ini pun menghalalkan darah Ramzan Kadyrov! Diduga Muhammad al-Arifi kebakaran jenggot terkait konferensi ulama Aswaja di Chechnya dua minggu yang lalu yang difasilitasi oleh Ramzan Kadyrov. Yang mana dalam konferensi Aswaja disebutkan siapa sesungguhnya Ahlussunnah Wal Jamah (Aswaja). Dan Wahabi bukanlah termasuk golongan Aswaja, sebab memang Wahabi tidak mempunyai ciri-khas Aswaja. Baik diri sisi aqidah, fikih maupun akhlaknya.

Presiden Ramzan Kadyrov menyokong konferensi ulama Aswaja di Chechnya

Syeikh Ahmad al-Tayeb dalam muktamar Aswaja di Chechnya menerangkan mengenai hal siapa ‘Ahlussunnah wal jema’ah’. Bahwa dalam metode pendidikan Al-Azhar yang telah berumur ribuan tahun. Aswaja ialah sebutan untuk kalangan pengikut aqidah Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari. Dan juga Imam Abu Mansur al-Maturidi dalam beraqidah. Mereka meliputi para ulama mazhab fikih Hanafi, Maliki, Syafi’i dan para ulama moderat dari mazhab fikih Hanbali.

Penjelasan Syaikh Al-Azhar bertentangan dengan ajaran Wahabi yang menganggap As-Sya’iroh (pengikut aqidah Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari) ialah sesat. Tetapi fakta pelajaran ribuan tahun yang diajarkan di al-Azhar jadi bukti tidak terbantahkan, bahwa Aswaja ialah penganut aqidah Asy’ariyah (Asya’roh). Pelajaran di Al-Azhar diawali pada Ramadan Oktober 975, jadi usia Universitas Al-Azhar telah berumur 1000 tahun lebih.

Fakta tersebut membongkar kebohongan Wahabi yang beberapa tahun terakhir mulai mengakui selaku Ahlussunnah Wal jema’ah. Fakta ini berusaha diingkari kaum Wahabi sehingga kaum Wahabi kian kebakaran jenggot. Kaum Salafi Wahhabi mulai menyerbu Syeikh Ahmad al-Tayeb. Dia ialah Imam Besar al-Azhar, Kairo, yang sudah membuka muktamar yang digelar pada tanggal 25 – 27 Agustus 2016 tersebut.

Kenapa kaum Wahabi murka kpd Ramzan Kadyrov, sebab Ramzan Kadyrov menyokong terselenggaranya konferensi Ulama Aswaja di Chechnya. Yang mana konferensi Aswaja sudah membeberkan Salafi Wahabi bukan bagian dari Ahlusunnah Wal jema’ah. Sebagaimana sudah disebutkan ciri-ciri Awaja dalam konferensi tersebut.

Penyebutan cirikhas Aswaja ini menimbulkan reaksi keras kepada konferensi Aswaja di Chechnya. Sebab secara telak mengungkapkan Salafi Wahabi nggak mempunyai cirikhas Aswaja (Ahlussunnah Wal jema’ah), baik dari sisi aqidah, fikih maupun akhlaknya.

Ramzan Kadyrov dikafirkan, darahnya dihalalkan oleh Muhammad bin Abdurrahman Al-Arifi

Ramzan Kadyrov ialah presiden yang memfasilitasi terselenggaranya konferensi Ulama Aswaja di Cehchnya. Para ulama Ahlusunnah Wal jema’ah yang menghandiri konferensi itu, mengumumkan bahwa “Salafi Wahabi” ialah sekte yang paling berbahaya dalam Islam. Bahaya dan ancaman sekte Salafi Wahabi sama dengan bahaya dan ancaman ISIS.

Surat berita EurAsia Daily dalam Twitter-nya, memposting kemarahan para ulama Wahabi sehubungan keputusan yang dikeluarkan konferensi Islam Aswaja di Chechnya.

EurAsia Daily menukil dari kantor berita Al-Jazirah. Menuliskan sbb; “Seorang ulama tersohor Muhammad bin Abdurrahman Al-Arifi. Bagian guru besar di universitas Malik Su’ud di Riyadh. Yang sebelumnya terang-terangan mengeluarkan fatwa yang mengajak kaum muslimin untuk memerangi Presiden Suriah Bashar Assad. Al-Arifi juga mengutuk konferensi Islam yang berlangsung di Chechnya beberapa minggu lalu.

Selain itu, ulama berpengaruh di Arab Saudi, Muhammad Al-Arifi mengumumkan bahwa Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov ialah sesat. Dan darahnya halal. Ia juga menyebut Ramzan Kadyrov selaku musuh Islam. Dan selaku bukti dia seorang takfiri tulen, dia menyerukan kpd para pengikutnya untuk menghabisi Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov.

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :