Inspirasional

Radikalisme Bertentangan dengan Budaya Indonesia

Radikalisme ialah prinsip-prinsip maupun tindakan yang menggunakan kekerasan.

Radikalisme Budaya Indonesia, Kata Siapa? Beberapa dekade terakhir ini, citra Indonesia sebagai bangsa yang santun, ramah dan toleran tenggelam oleh berbagai kasus kekerasan, radikalisme dan terorisme. Kenyataan ini membuat Indonesia dikenal publik internasional sebagai ”lahan subur” bagi praktik radikalisme, kekerasan dan terorisme.

Di negeri ini terjadi berkali-kali aksi terorisme baik dalam bentuk pengeboman, serangan bersenjata maupun pembunuhan dan tindakan kekerasan lainnya. Berbagai jaringan dan kelompok Islam menjadi habitat bagi tumbuh dan berkembangnya aliran keras dalam mengamalkan maupun mendakwahkan Islam.

Radikalisme ialah prinsip-prinsip maupun tindakan yang menggunakan kekerasan, sekarang ini terlihat dan tumbuh subur di Indonesia dengan adanya kelompok atau aliran yang secara prakteknya mengunakan cara kekerasan itu di nilai sangat bertentangan dengan budaya Indonesia yang di kenal santun dan ramah tamah, dan secara kultural Indonesia menolak budaya kekerasan.

Berdakwah Islam Rahmatan Lil Almin Kurangi Radikalisme di Indonesia

Radikalisme budaya adalah pemahaman terhadap doktrin agama secara tekstual, dan memaksakan ideologinya sehingga mereduksi budaya lokal. Kekerasan berkedok agama erat kaitannya dengan fundementalisme. Yaitu faham yang berupaya kembali kepada apa yang diyakini sebagai dasar-dasar atau asas-asas (fundasi). Hal ini lebih besifat doktrinal dari pemahaman agama mereka.

Bentuk kekerasan di Indonesia yang bertujuan untuk melakukan perubahan secara fundamental menurut Sidney jones memiliki dua jenis.
Pertama, menggunakan aksi massa dengan melakukan demonstrasi. Pada pengunaan aksi massa sebagai bentuk radikalisme, Sidney mencontohkan gerakan-gerakan islam yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ia beranggapan, aksi massa yang dilakukan dengan turun ke jalan, merupakan aksi yang berbentuk soft dan tidak bertentangan dengan demokrasi. Asalkan aksi ini berjalan sesuai tanpa ada tindakan anarkis dari massa.

Kedua, terorisme yang melakukan tindakan menebar teror dan meresahkan masyarakat. Tindakan ini adalah perlawanan frontal terhadap pemerintah yang bersumber dari ayat-ayat mengenai peperangan dalam Al Qur’an. Kasus peledakan bom di Bali, Hotel J.W. Mariot, hingga bom bunuh diri di masjid sebuah Polsek di Cirebon merupakan kasus nyata tindakan radikalisme agama yang ada di Indonesia.

Tindakan dari dua jenis tersebut dapat mengancam keutuhan Negara. Selain menghilangkan nyawa masyarakat sipil, menimbulkan keresahan yang pada akhirnya dapat menurunkan kepercayaan kepada pemerintah.

 

Mohammad Taufiq

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker