Putra Mahkota Saudi ke Yahudi AS: Palestina Wajib Berdamai atau Diam

Putra Mahkota Saudi ke Yahudi AS: Palestina Wajib Berdamai atau Diam

TEL AVIVPutra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam lawatan panjang di Amerika Serikat (AS) bulan lalu ternyata pun melaksanakan perjumpaan dengan para pemimpin Yahudi AS. Dalam perjumpaan itu, dia menegaskan bahwa Palestina wajib bersedia berdamai dengan Israel atau diam dan tidak mengeluh lagi.Perjumpaan yang baru diungkap banyak media AS dan Israel ini berlangsung di New York. Pangeran Mohammed mengkritik Palestina lantaran menolak peluang guna berdamai dengan Israel selama banyak dekade.

Channel 10 News dan Axios dengan mengutip sumber pada Minggu (29/4/2018) malam mengabarkan bahwa ada pengumuman terbuka yang dibuat oleh Putra Mahkota Saudi dalam perjumpaan yang membikin para tokoh yang datang “terhuyung-huyung” oleh keganasan kritiknya kepada Palestina.

“Selama 40 tahun terakhir, kepemimpinan Palestina sudah kehilangan kesempatan lagi dan lagi, dan menolak seluruh tawaran yang diberikan,” kata calon raja Saudi tersebut.

“Telah waktunya rakyat Palestina menerima tawaran itu, dan setuju guna datang menuju meja perundingan—atau mereka wajib diam dan berhenti mengeluh,” lanjut Pangeran Mohammed.

Putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ini pun menjelaskan terhadap para pemimpin Yahudi AS bahwa problem Palestina tak dalam prioritas atas agenda pemerintah Saudi. “Ada problem yang lebih mendesak dan lebih penting guna dihadapi—bagaikan Iran,” katanya.

Walaupun seperti ini, Putra Mahkota menekankan bahwa wajib ada kemajuan substantif ke perjanjian damai Israel-Palestina sebelum Saudi dan negara-negara Arab lainnya bakal memperdalam hubungan mereka dengan Israel. “Diperlukan kemajuan yang signifikan ke kesepakatan dengan Palestina sebelum itu bakal bisa jadi guna memajukan negosiasi antara Arab Saudi, jagat Arab dan Israel,” paparnya.

Loading...
loading...

Perjumpaan Pangeran Mohammed dengan para pemimpin Yahudi AS berlangsung 28 Maret lalu. Media AS dan Israel tak merinci siapa yang datang dalam perjumpaan itu. Akan tetapi, Kedutaan Saudi di Amerika menjelaskan sehari sebelum perjumpaan bahwa Pangeran Mohammed bakal berjumpa para pemimpin Yahudi, termasuk Rabi Rick Jacobs yang merupakan presiden Union for Reform Judaism, Rabbi Steven Wernick, United Synagogue of Conservative Judaism; dan Allen Fagin, wakil presiden eksekutif dari Orthodox Union.

Bocoran kabel diplomatik dari Kementerian Luar Negeri Israel, yang bersumber dari sesosok diplomat Israel yang bertugas di konsulat New York, mengonfirmasi perjumpaan itu. Diplomat itu ikut datang dan pengarahan pada perjumpaan. 3 sumber lain pun mengklaim datang dalam perjumpaan itu.

Bagian dari mereka yang datang menjelaskan terhadap Channel 10 News bahwa orang-orang yang datang dari perjumpaan itu “terhuyung-huyung” dengan apa yang dikatakan Pangeran Mohammed.

Sejumlah laporan kabar, termasuk dari The New York Times dan Reuters, sudah mengakui dalam banyak bulan terakhir bahwa Putra Mahkota Saudi sudah menekan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas guna menerima proposal perdamaian dari administrasi Trump.

Kata Kedubes Saudi

Sedangkan itu, Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington menjelaskan, Pangeran Mohammed memang berjumpa dengan para pemimpin Yahudi dan Kristen AS pada 28 Maret 2018. “Perjumpaan itu menekankan ikatan bareng di antara seluruh orang, terutama orang-orang beriman, yang menekankan perlunya toleransi, koeksistensi, dan bekerja sama guna masa depan yang lebih bagus guna seluruh ummat insan,” katanya.

“Kerajaan Arab Saudi senantiasa, dan bakal terus memperjuangkan perluasan dialog, membangun pemahaman yang lebih bagus di antara keyakinan, dan berfokus pada insaniyah bareng seluruh orang.”

Dalam wawancara dengan Jeffrey Goldberg dari The Atlantic, yang diterbitkan banyak hari lalu, Pangeran Mohammed mengakui hak Israel guna hidup damai di tanahnya sendiri. Dia pun tak menutup bisa jadi negaranya bakal menjalin hubungan diplomatik dengan Israel di masa yang akan datang.

Putra Mahkota Saudi ke Yahudi AS: Palestina Wajib Berdamai atau Diam

Loading...

[Source]

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :