Putin Prihatin atas Aktifitas Teroris di Idlib

Putin Prihatin atas Kegiatan Teroris di Idlib

Putin Prihatin atas Aktifitas Teroris di Idlib

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin sudah mengumumkan keprihatinannya atas aktifitas teroris di provinsi barat laut Suriah, Idlib, kantor berita RIA mengutip pernyataan Kremlin.

Presiden Putin membicarakan Kemajuan terakhir soal kelompok pertahanan terakhir Suriah dengan member Dewan Keamanan Rusia pada hari Jumat, Jubir Kremlin Dmitry Peskov menjelaskan.

pasukan Suriah tengah mempersiapkan peluncuran operasi angkatan bersenjata skala full kepada bermacam faksi anggota milisi yang praktis sudah menyandera warga Idlib dalam waktu yang lama.

Suriah dan Rusia sudah mengingatkan bahwa AS, bersama-sama dengan Inggris dan Perancis, bersiap-siap untuk serbuan angkatan bersenjata teranyar kepada Suriah, di waktu serdadu mempersiapkan operasi pembebasan Idlib.

Pada hari Rabu, kantor berita legal Suriah SANA mengutip Kemenhan Rusia yang menjelaskan bahwa anggota milisi Takfiri yang Disokong asing sudah menculik 22 bocah kecil dengan Famili mereka dari Aleppo serta sekelompok anak yatim untuk mempergunakan mereka dalam serbuan senjata kimia secara berangsur di Idlib yang akan disalahkan pada pemerintah Suriah.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem menjelaskan pada hari Selasa bahwa Amerika Serikat mempergunakan senjata kimia yang dicegah secara internasional untuk menciptakan dalih bagi kampanye angkatan bersenjata kepada negaranya yang dilanda konflik.

Berbicara dalam sebuah Tanya Jawab eksklusif dengan majalah al-Hayat berbahasa Inggris, Muallem menjelaskan itu bukan ke-1 kalinya bahwa pengakuan serbuan kimia sudah dipakai untuk membenarkan serbuan kepada Suriah.

Baik Damaskus dan Moskow, sekutu dekat negara Arab, sudah menyerahkan bukti-bukti untuk PBB dan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) yang mempertunjukkan bahwa teroris di Idlib tengah mempersiapkan diri mengatur serbuan kimia palsu lainnya, untuk menuding Damaskus dan membuka jalan bagi gabungan pimpinan AS untuk menyerbu Tentara pemerintah Suriah.

Dalam sebuah pidato di perjumpaan puncak trilateral, yang diadakan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan juga dihadiri oleh pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan, di Teheran pada 7 September, Putin menjelaskan anggota milisi tengah mempersiapkan provokasi, termasuk pemanfaatan senjata kimia di Idlib.

“Kubu-kelompok ekstremis yang tersisa waktu ini terkonsentrasi di zona de-eskalasi di provinsi Idlib. Teroris tengah berusaha untuk mengganggu gencatan senjata. Mereka melakukan dan mempersiapkan bermacam-macam provokasi, termasuk pemanfaatan senjata kimia,” kata presiden Rusia.

Loading...
loading...

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga menjelaskan di Berlin, hari Jumat, bahwa Moskow akan terus membom sasaran teroris di provinsi Idlib kalau Penting.

Menurut kantor berita Interfax, Lavrov Menegaskan bahwa Rusia juga akan menciptakan koridor kemanusiaan untuk memungkinkan masyarakat sipil menyelamatkan diri.

Diplomat top Rusia itu Menegaskan bahwa angkatan udara negaranya akan menyerbu Sarana pembuatan senjata teroris tatkala mengetahui lokasinya dengan akurat.

Moskow juga akan mendukung Komitmen rekonsiliasi lokal, ia mempertunjukkan.

Menteri luar negeri Rusia juga menambahkan bahwa pemerintah Suriah tidak mempersiapkan serbuan besar kepada kota yang dikuasai anggota milisi itu.

“Apa yang tengah disajikan waktu ini selaku awal dari serbuan yang Disokong Rusia oleh Tentara Suriah bukanlah representasi fakta yang sesungguhnya,” kata Lavrov, dan menambahkan, “Tentara Suriah dan kita sendiri cuma bereaksi kepada serbuan yang Hadir dari zona Idlib. “

Mengatasi konferensi pers di Moskow pada hari Kamis, Jubir Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menjelaskan negaranya prihatin soal usaha yang dikerjakan oleh Amerika Serikat untuk mempersiapkan opini global untuk agresi angkatan bersenjata baru kepada Suriah.

“Soal sudut pandang politik internasional, problem yang paling serius ialah mempergunakan bermacam Kesempatan yang terlalu serius oleh Washington, mulai dari pernyataan oleh pejabat sampai komentar oleh media yang bias, tujuannya tampaknya ialah persiapan opini publik untuk … agresi baru kepada Suriah,” katanya. [ARN]


Source by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *