Puisi Gus Mus : Ketika Agama Kehilangan Tuhan

Puisi Gus Mus: Ketika Agama Kehilangan
Tuhan

Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala.
Tak kenal Tuhannya, yang penting agamanya.

Dulu
orang berhenti membunuh sebab agama. Sekarang orang saling membunuh karena
agama.

Dulu orang saling mengasihi karena
beragama. Kini orang saling membenci karena
beragama.

Agama tak pernah berubah ajarannya
dari dulu,Tuhannya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yang berubah apanya?
Manusianya?

Dulu orang belajar agama sebagai
modal, untuk mempelajari ilmu lainnya. Sekarang orang malas belajar ilmu
lainnya, maunya belajar agama saja.

Dulu
pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya, yang paling cerdas di antara
orang-orang lainnya. Sekarang orang yang paling dungu yang tidak bisa bersaing
dengan orang-orang lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin
agama.

Dulu para siswa diajarkan untuk harus
belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian. Sekarang siswa malas belajar,
tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang, karena diajarkan pemimpin
agamanya untuk berdoa supaya lulus.

Dulu agama
mempererat hubungan manusia dengan Tuhan. Sekarang manusia jauh dari Tuhan
karena terlalu sibuk dengan urusan-urusan agama.

Dulu agama ditempuh untuk
mencari Wajah Tuhan. Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan
Tuhan.

Esensi beragama telah dilupakan. Agama
kini hanya komoditi yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena
semua yang berbau agama telah didewa-dewakan, takkan pernah dianggap salah, tak
pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan. Agama
jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan
apa.

Agama kini diper-Tuhankan, sedang Tuhan
itu sendiri dikesampingkan. Agama dulu memuja Tuhan. Agama kini menghujat Tuhan.
Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh
orang-orang yang merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama
Tuhan.

Tuhan mana yang mengajarkan tuk
membunuh?

Tuhan mana yang mengajarkan tuk
membenci?

Tapi manusia membunuh, membenci,
mengintimidasi, merusak, sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir
bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia
lainnya.

Agama dijadikan senjata untuk
menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi
Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam-dalam di balik gundukan ayat-ayat dan
aturan agama. (Oleh: KH A Mustafa Bisri (GusMus, republika)

You might like

About the Author: admin

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.