Program Tax Amnesty Telah Dimanfaatkan 1.810 Wajib Pajak

Loading...

JAKARTAProgram Tax Amnesty telah mulai dimanfaatkan oleh 1.810 Wajib Pajak. Adapun sampai berita ini diturunkan biaya yang terkumpul baru mencapai Rp11,8 triliun. Masih jauh dari target penerimaan program tax amnesty sejumlah Rp165 triliun. Masih diperlukan partisipasi para Wajib pajak (WP) secara suka rela sebelum terlambat. Diinginkan mereka yang belum memanfaatkan progaram tax amnesty cepat mengikuti. Ialah mengikuti para Wajib Pajak yang telah memanfaatkan tax amnesty atau pengampunan pajak.

Penjelasan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sosialisasi Program Tax Amnesty. Di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/8/2016) malam seperti dikutip Sindo News.

Pada kesempatan sosialisasi Program Tax Amnesty itu, datang Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Menteri BUMN Rini Soemarno. Dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad. Juga sejumlah pejabat termasuk Gubernur Jateng, Pangdam dan Kapolda.

Presiden Jokowi mengakui hitungan total orang yang memanfaatkan pengampunan pajak dari Program Tax Amnesty masih amat kecil. Tapi, dia memaklumi sebab baru tahap awal. “Jumlahnya masih berlebihan tidak banyak, tapi cukup saya maklumi sebab masih dalam tahap pemanasan”. Ujarnya di depan lebih dari 2.500 wajib pajak di wilayah Jateng.

Presiden Joko Widodo menceritakan, tekanan ekonomi tak cuma dinikmati di Indonesia, tapi secara global. Beberapa negara ekonominya anjlok, bahkan ada yang minus. Karena itu, waktu ini hampir seluruh negara berlomba-lomba menarik biaya investasi sebesar-besarnya. Indonesia memilih cara elegan melalui Tax Amnesty untuk menarik biaya yang disimpan warga bahkan diparkir di luar negeri.

“Waktu ini beberapa negara saling berebut uang dan berebut investasi. Dan, Indonesia pun sama,” ungkap presiden Joko Widodo.

loading...

 

Presiden Joko Widodo dalam sosialisasi Program Tax Amnesty di Semarang. (Foto: SindoNews).

 

Program tax amnesty bagian usaha stabilisasi perekonomian nasional

Presiden Joko Widodo menerangkan program tax amnesty ini merupakan bagian usaha dalam stabilisasi perekonomian nasional. Apalagi tekanan ekonomi global dan dunia waktu ini amat dinikmati oleh seluruh negara, termasuk Indonesia.

Menurut presiden Joko Widodo, sesungguhnya biaya yang dibutuhkan telah dipunyai. Tapi, masih disimpan rapat-rapat oleh warga bahkan disimpan di luar negeri.

“Kita itu sesungguhnya punya biaya, tapi masih disimpan. Ada yang disimpan di bawah bantal, di bawah kasur, sampai ke luar negeri. Saya tahu seluruh siapa-siapa yang menyimpan dananya saya telah mengantongi datanya. Data nama, alamat dan nomor telepon mereka yang masih menyimpan biaya, saya tahu seluruh. Tetapi, data itu cuma akan dipakai untuk kebaikan bangsa dan negara,” jelasn presiden Joko Widodo.

Eks tukang mebel yang Saat ini jadi orang nomor satu di Indonesia tersebut meminta. Supaya pengampunan pajak tak dikait-kaitkan dengan hal lain selain pajak. Karena itu, pemerintah menjamin warga yang mengikuti program tax amnesty akan dilindungi kerahasiannya sesuai UU. Bahkan, dalam UU menjamin wajib pajak yang melaksanakan pengungkapan harga mereka tak akan ditanya dari mana asal hartanya.

Wajib pajak tak perlu khawartirkan mau dikemanakan biaya mereka yang disetor melalui program tax amnesty, sebab pemerintah telah mempersiapkan formulasinya. Sanggup diinvestasikan secara langsung maupun melalui instrumen portofolio yang telah disiapkan pemerintah.

“Sekarang kita baru fokus pada infrastruktur. Para pengusaha mampu ikut masuk membangun pelabuhan, bandara, jalan tol dan lainnya,” terangnya.

loading...

Menyaksikan biaya yang telah diterima sebanyak Rp11,8 triliun memang masih jauh dari target penerimaan Rp165 triliun program tax amnesty.

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :