Program Full Day School, Why Not?

Program full day schoolMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan. Bahwa pihaknya masih mempelajari aspek legal dari wacana program full day school.

“Masih dipelajari aspek legalnya. Pertimbangannya, nanti jika telah diperpanjang waktu belajarnya maka kompensasinya Sabtu jadi hari libur”. Ujar Mendikbud Muhadjir bakda dialog pendidikan karakter di Kantor Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta. Pada Kamis (8/9/2016), seperti dilansir Antara.

Dia menerangkan, nantinya para murid akan memperoleh tambahan pendidikan karakter kalau diterapkan program full day school. Pendidikan karakter yang dimaksud semacam pendamping kurikuler.

“Nanti jika wacana pendidikan seperti ini memperoleh persetujuan, maka hari Sabtu dapat jadi hari keluarga. Dengan tambahan libur, maka diinginkan juga berdampak pada pariwisata domestik yang makin meningkat sebab keluarga beberapa yang berekreasi,” ucapnya.

 

 

Program Full Day School dinilai memberatkan anak

Wacana program Full Day School sempat jadi perdebatan di kalangan masarakat. alasannya, masarakat beberapa menolak wacana tersebut sebab dinilai memberatkan anak.

Mendikbud Muhadjir menjelaskan, kalau pun nantinya diterapkan program full day school, maka nggak diterapkan secara serentak. Tetapi cuma beberapa yang jadi sekolah percontohan.

“Pendidikan karakter itu hasilnya nggak dapat dipanen dalam waktu singkat, tetapi dalam jangka panjang. Kita ingin bocah-bocah kita pada 2045 jadi bocah-bocah yang tangguh. Atau menurut Pak Joko Widodo (Presiden Jokowi), tahan banting, standar moral yang kuat. Dan dapat berdiri tegak dengan bangsa lain,” ingin dia.

Pendidikan karakter, lanjut dia, wajib mendominasi pendidikan dasar. Untuk tingkat SD pendidikan karakter dan budi pekerti itu proporsinya 70 % dan untuk tingkat SMP sebanyak 60 %.

Ada 3 aspek penting dalam pendidikan karakter tersebut, yaitu etika, estetika dan kinestetika. Seluruh itu diajarkan oleh guru mulai dari guru budi pekerti, guru seni dan olahraga.

Plt. Ketua Umum PGRI (PGRI), Unifah Rosyidi menjelaskan, pendidikan karakter mendesak untuk dilaksanakan.

“Pendidikan karakter perlu dan mendesak untuk diterapkan. sekarang diformulasikan oleh Kemdikbud seperti apa bentuknya,” terang Unifah.

Pendidikan karakter, lanjut dia, wajib dapat mengembangkan kemungkinan besar anak seperti yang dilaksanakan di negara lain.

Selain itu, Unifah juga meminta supaya pendidikan karakter nggak diseragamkan antara satu daerah dengan daerah lainnya. (Kompas.com)

Program full day school diinginkan menghasilkan out pendidikan yang baik di masa depan

Walaupun wacana program full day school terinspirasi pendidikan di Eropa, tetapi di dunia pendidikan Pesantren bukan lagi sekedar wacana. Bahkan telah dipraktekkan semenjak lama. Mereka belajar dibarengi pendidikan karakter semenjak shalat Subuh sampai menjelang tidur malam. Output pendidikan pesantren dikenal terlalu oke saat terjun di masarakat.

Kalau lantas program full day school jadi diterapkan di sekolah umum diinginkan akan sanggup membenahi karakter anak di masa depan. Output pendidikan umum dan Output pesantren dapat jadi sinergi yang baik bagi masa depan bangsa Indonesia. Jadi, why not program Full Day School ?

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :