Prof. Rhenald Kasali: Di Era Presiden Jokowi, Koruptor dan Pencuri Susah Hidup, ini Datanya!

Islam Institute, Jakarta—Usaha pemerintah memberantas korupsi selama 4 tahun sekarang sudah dinikmati oleh warga masyarakat. Menurut Survei Nasional Anti Korupsi yang dikerjakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Oktober 2018, pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla dianggap memuaskan dalam daya-kerja memberantas korupsi.

Pernyataan itu disampaikan Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho dalam dialog yang bertema ‘Jenius dan Hebat Melawan Korupsi’ di Bina Grha, Kantor Staf Presiden, Senin, 7 Januari 2019.

“Dalam survei ini, warga menilai tingkat korupsi di bermacam bidang meluncur turun,” kata Yanuar.

Warga merasakan bahwa usaha pemberantasan korupsi telah efektif meningkat dari tahun ke tahun dan konsisten di seluruh titik rawan korupsi. Hal itu dialami misalnya saat berurusan dengan polisi, melakukan registrasi jadi PNS, pengadaan barang dan jasa, sampai pada masalah memperoleh servis kesehatan di RS, klinik, dan apotek.

“Capaian-capaian ini mempertunjukkan bahwa korupsi sanggup dilawan sampai ke akar-akarnya, dengan mempergunakan teknologi. Teknologi membikin servis publik makin cepat, tidak ribet, dan murah. Dan tentu saja bebas pungutan liar dan korupsi,” papar Yanuar.

Dialog ini juga menghadirkan ahli manajemen Rhenald Kasali dan eks member DPR yang juga praktisi hukum Ruhut Sitompul.

Rhenald Khasali mengumumkan bahwa teknologi info membikin disrupsi yang sebelumnya tidak terbayangkan. Termasuk dalam pencegahan dan pemberantasana korupsi. “Jadi jikalau ada yang bilang, ekonomi sekarang makin sulit, ya ada benarnya. Kian sulit mencuri uang!” katanya.

Pendiri ‘Rumah Pergantian’ ini mengatakan dengan tegas, tiap-tiap gerakan yang baik pasti ada resistensinya. “Sebab itu, jangan sampai pemberantasan korupsi dipakai calon koruptor untuk merebut kekuasaan,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini.

Lebih jauh lagi Rhenald menilai pemerintah telah Ada di arah yang pas, akan tetapi langkah ini wajib diikuti dengan reformasi lembaga politik dan lembaga legislatif.

Sementara itu, eks member Komisi III DPR Ruhut Sitompul mengatakan dengan tegas, bahwa waktu ini rakyat di bermacam lapisan tahu dan paham benar bermacam prestasi yang dikerjakan era pemerintahan Presiden Presiden Jokowi. Misalnya dalam pemberantasan korupsi, pembangunan infrastrukur dan pencegahan stunting.



“Sebab itu, kita wajib turun ke lapangan, mengedepankan data dan fakta supaya warga tidak termakan hoaks serta fitnah,” jelasnya.

Shared by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.