Pro Kontra Maulid Nabi, ini Pencerahannya

Maulid Nabi memang tidak pernah sepi dari perbincangan, bagus itu dari kalangan yang pro maupun yang kontra, seluruh itu terjadi akibat dari perbedaan sudut pandang soal esensi dari Maulid itu sendiri, beberapa argumen terlontar, ada dengan cara yang bagus ada pun dengan cara yang buruk, ada yang mempergunakan bahasa santun ada pun dengan bahasa yang kasar dan sinis, ada yang menerangkan secara objektif ada pun yang subjektif, dan lain-lain.

Maksud dari maulid Nabi

Maulid Nabi ialah perayaan kelahiran Nabi Muhammad dengan cara berkumpul di masjid atau lainnya yang diisi dengan bacaan al-Quran, sholawat Nabi, pembacaan sejarah Nabi, doa dan makan-makan.

Pandangan soal Maulid

Disini aku bakal mencoba memaparkan berbagai pandangan soal Maulid Nabi seobjektif bisa jadi sebatas pengetahuan aku. Maksud dari tulisan ini tak lain cuma untuk memberi info yang adil kepada saudara-saudara, supaya kita bisa bersikap lebih bijak terhadap problem ini.

Dalam problem Maulid ini ada dua kelompok yang saling bersebrangan, kelompok pertama melihat bahwa Maulid itu sebaiknya ditinggalkan, sedangkan kelompok kedua melihat bahwa Maulid ialah sesuatu yang bagus, dan amat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Argumen kelompok pertama

Sebaiknya perayaan Maulid Nabi itu ditinggalkan dengan berbagai alasan:

a. Bahwa Rosulullah sama sekali tak pernah merayakan Maulidnya sendiri dan tak pula beliau memerintahkan para sahabat untuk merayakannya.

b. Para sahabat khususnyaal-khulafa ar-rosyiduntidak pernah merayakan Maulid Nabi, padahal merekalah yang paling mencintai Nabi.

c. Bila Nabi dan para sahabat tak melakukannya, mengapa kita melakukannya, bukankah Rosulullah pernah bersabda: [1]

Berpegang teguhlah kalian kepada sunahku dan sunah al-khulafa ar-rosyidin yang memperoleh petunjuk.

d. Bila kita menyaksikan sejarah, Maulid itu muncul di period dinasti Fathimiyah yang mana mereka beraliran syiah bathiniyah.

e. Waktu, rangkaian acara dan lantunan-lantunan yang dibaca dalam maulid, apakah pernah ada tuntunannya dari Rosulullah?

f. Biasaanya dalam perayaan Maulid ada kemaksiatan-kemaksiatan, sebagaimana ikhtilath antara laki-laki dan wanita atau lainnya.

g. Dalam hal yang berhubungan dengan agama wajib berdasarkan kepada dalil, apakah perayaan Maulid Nabi ada dalilnya?

Diantara ulama yang menganjurkan untuk meninggalkan maulid Nabi adalahSyekh Utsaimin, Syekh Ibnu BazdanSyekh Sholeh al-Fauzan.

Argumen kelompok kedua

Maulid Nabi ialah perkara yang bagus dan dianjurkan bagi kaum muslimin untuk merayakannya dengan berbagai alasan:

a. Allah subhanahu wa taala berfirman: [2]

Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmatNya maka dengan yang begini itu hendaklah mereka bergembira, itu lebih bagus dari apa yang mereka kumpulkan.

Ayat ini memerintahkan kaum muslimin untuk bergembira dengan rahmat dan karunia Allah, dan bagian rahmat terbesar bagi insan ialah kelahiran Nabi , Allah taala berfirman: [3]

Dan tiadalah kami mengutusmu kecuali untuk sebagai rahmat bagi semesta alam
Dan Maulid Nabi dilaksakan dalam rangka bergembira atas kelahiran Nabi.

b. Tidak cuma selaku rahmat Allah saja, kelahiran Nabi pun merupakan kelahiran yang istimewa, yang tak sama dengan kelahiran insan manapun, Rosulullah bersabda:

Dan ibuku menyaksikan cahaya saat melahirkanku yang menerangi istana-istana basroh di negri Syam[4]
Dan hadits-hadits yang semisal ini beberapa[5].

Maka telah selayaknya kaum muslimin menaruh perhatian lebih dan mengistimewakan hari kelahiran ini, sebagaimana Allah mengistimewakannya.

c. Saat Rosulullah tiba di Madinah, Rosulullah memperoleh bahwa bangsa yahudi melaksanakan puasa asyura, lalu menanyakan, mengapa mereka melaksanakan puasa asyuro, merekanpun menjawab bahwa hari asyuro ialah hari diselamatkannya Musa dari tentara firaun, dan firaun beserta bala tentaranya tenggelam di laut, oleh sebab itulah kami berpuasa selaku bentuk syukur kepada Allah. Lantas Rosulullah bersabda: [6]

Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian

Dari keterangan diatas bisa diambil faidah yaitu : bahwa melaksanakan syukur atas karunia Allah (bagus berupa pemberian nikmat atau terhindar dari bencana) yang terjadi di hari tertentu, lalu penyelenggaraan syukur itu diulang dihari yang sama saban tahunnya tidaklah mengapa. Bentuk syukur kepada Allah bisa berupa puasa, sedekah, membaca al-Quran atau lainnya.

Dan karunia mana lagi yang lebih besar dari kelahiran Rosulullah ? Allah taala berfirman: [7]

Sungguh Allah sudah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman, saat Allah mengutus seorang Rosul dari kalangan mereka sendiri

d. Allah subhanahu wa taala berfirman:

Dan ingatkanlah merekalah kepada hari-hari Allah.

Ibnu katsir dalam menafsirkan ayat ini membawakan hadits Nabi yang berbunyi :
Dari ibnu abbas rodhiyallahu anhuma, dari Nabi soal firman Allah : Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah, maksudnya ialah nikmat-nikmat Allah tabaroka wataala.[8]

Dan kelahiran Nabi merupakan nikmat terbesar bagi ummat insan khususnya ummat Islam tanpa bisa disanggah lagi. Perayaan maulid Nabi ialah sarana untuk mengingat nikmat Allah tersebut.
e. Allah taala berfiman : [9]

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.

Syiar-syiar Allah ialah hurumatullah, hurumatullah ialah segala seuatu yang Allah muliakan, bisa berupa benda atau waktu sebagaimana Masjid dan Bulan romadhon.

Dan Rosulullah merupakan makhuk Allah yang paling agung keutamaannya dan paling mulia kedudukannya, tentu telah sepantasnya kaum muslimin mengagungkan dan merayakan syiar ini.

f. Rosulullah ditanya soal puasa hari senin, maka beliau menjawabnya dengan sebuah kabar bahwa hari senin ialah hari kelahirannya, bila kabar ini tak ada faidahnya, tentu Nabi tak bakal menyebutkannya dalam menjawab pertanyaan itu.

[10]

Hari itu ialah hari dimana saya dilahirkan

Dalam ushul fiqih [11], bila Nabi ditanya suatu problem lalu menjawab dengan sebuah kabar yang seolah-olah tak ada kaitannya dengan pertanyaan yang diusulkan, maka itu malah sebenarnya back-ground atau karena dari problem yang dipertanyakan.

Dalam kasus ini berarti, kenapa Nabi puasa hari senin, sebab hari senin ialah hari kelahirannya, maka karena itu Nabi berpuasa.

Dengan alasan Nabi memberi perhatian kepada hari kelahirannya, maka kaum muslimin wajib lebih perhatiaan lagi kepada hari kelahiran beliau sebab hari yang dipentingkan oleh Nabi mengandung keutamaan.

g. Abu lahab diringankan siksanya sebab bergembira dengan kelahiran Nabi Muhammad yang diekspresikan dengan memerdekakan tsuwaibah, [12]

Tsuwaibah dulunya ialah budak perempuan Abu Lahab. Abu Lahab membebaskannya, lalu dia menyusui Nabi . Tatkala Abu Lahab mati, dia diperlihatkan kepada sebagian keluarganya (dalam mimpi) soal buruknya kondisi dia. Dia (keluarganya ini) berkata kepadanya, Apa yang engkau dapatkan?, Abu Lahab menjawab, Aku tak mendapati seusai kalian kecuali aku diberi minum sebanyak ini (sedikit) sebab aku memerdekakan Tsuwaibah.

Bila abu lahab yang kafir dibalas Allah sebab memerdekaan tsuwaibah sebab suka bakal kelahiran Nabi , maka bagaimana dengan kaum muslimin ?

Diantara ulama yang menganjurkan untuk melaksakan maulid Nabi adalahal-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani, al-Imam as-Suyuthi, al-Imam Ibnu Hajar al-Haitamidanal-Imam Abu Syamah(guru dari al-Imam an-Nawawi).

Jawaban untuk kelompok pertama

  1. Bahwa maulid Nabi tak pernah dilakukakn Nabi.

Jawaban:Sebuah kaidah fikih menjelaskan :
[13]

Nabi tak melaksanakan sesuatu tak berarti sesuatu itu hukumnya haram
Sebagaimana saat Nabi tak memakan daging Dhob, tidak berarti daging Dhob itu haram, sebab nyatanya para sahabat memakannya.[14]

Sesuatu yang ditinggalkan Nabi apakah hukumnya haram atau tak, itu dikembalikan kepada dalil, apakah ada dalilnya atau tak dalam syariat Islam soal problem itu.

  1. Bahwa para sahabat tak melaksanakan itu.

Jawaban:Sahabat tak melaksanakan Maulid sebab kenangan bakal Rosulullah masih amat kuat, mereka tahu sosok Rosulullah, nasabnya, kedudukannya, perjuangannya dan segala sesuatu soal Rosulullah masih terasa dan tertancap kuat dalam hati dan pikiran mereka.

Sedangkan maksud dari Maulid sendiri ialah mengingat kembali segala sesuatu soal Rosulullah sehingga bertambah rasa cinta kepada beliau dan bertambah ghirah dalam mengikutinya.

  1. Bahwa kita wajib mengikuti sunah Beliau dan sunah al-Khulafa ar-Rosyidin

Jawaban:Benar kita wajib mengikuti sunah mereka, dan bagian sunah al-Khulafa ar-Rosyidin ialah berijtihad. Para ulama dalam menentukan hukum sesuatu yang tak secara eksplisit terdapat dalam al-Quran maupun hadits Nabi bakal melaksanakan ijtihad.

Maulid Nabi tak secara eksplisit disebutkan hukumnya dalam al-Quran dan Hadits, maka untuk mengetahui hukumnya para ulama melaksanakan ijtihad selaku bentuk meneladani sunah al-Khulafa ar-Rosyidin.

  1. Bahwa maulid itu muncul di period dinasti Fathimiyah yang berairan syiah bathiniyah

Jawaban:Sejarah kemunculan maulid Nabi ialah hal yang belum disepakati. Malah imam as-Suyuthi menjelaskan bahwa pertama kali Maulid dilaksanakan oleh seorang Raja yang bernama al-Mudhofar abu said kaukabary [15](w: 630H). Untuk mengenal siapa itu raja al-Mudhofar, saudara bisa merujuknya di kitab al-Bidayah wa an-Nihayah karangan al-imam Ibnu katsir.

Walaupun seandainya benar tejadi di dinasti Fathimiyah, maka tidakah mengapa selama perbuatan itu ada dalilnya dalam syariat, sebagaimana puasa asyuro yang merupakan kebiasaan orang yahudi.

  1. Waktu, rangkaian acara dan lantunan-lantunan yang dibaca dalam maulid tak ada tuntunannya dari Rosulullah.

Jawaban:Waktu dan apa-apa yang dibaca dalam Maulid berupa bacaan al-Quran dan Sholawat Nabi, atau makan-makan, yang mana makanan itu merupakan bentuk shodaqoh ialah kebaikan-kebaikan yang diperintahkan secara mutlak,tak ada ketentuan wajib kapan dan bagaimana.

Selama itu perintah mutlak maka boleh melakukannya dengan cara bagaimanapun selama tak menabrak syariat. Sehingga kita dapati bentuk dan cara maulid di beberapa tempat itu bermacam-macam, tak sama sebab tak ada ketentuannya.

Adapun menentukan waktu ialah sebab sudah disepakati bahwa Nabi lahir di bulan Robiul awal, adapun tanggalnya memang masih diperselisihkan, oleh karena itu, biasanya perayaan Maulid dilaksanakan sebulan full.

  1. Bahwa dalam Maulid biasannya terjadi kemaksiatan.

Jawaban:Itu kembali kepada teknis penyelenggaraan tidak kepada substansi Maulid itu sendiri. Akan tetapi yang perlu diperhatikan ialah, para panitia atau pelaksana acara Maulid selalu berusaha menjaga perayaan Maulid ini dari segala benuk kemaksiatan.

  1. Dalam hal yang berhubungan dengan agama wajib berdasarkan kepada dalil, apakah perayaan maulid Nabi ada dalilnya?

Jawaban:Dalil-dalil soal Maulid sudah disebutkan diatas.

Kesimpulan dan sikap yang wajib dilaksanakan

Sudah kita saksikan bareng bahwa maulid ini memang selalu sebagai bahan pebincangan sebab adanya pihak yang tak setuju dan pihak yang mendukung, dan seluruh pihak ternyata punya argumen dan hujah yang patut kita hormati.

Dan memang problem ini telah diperbicangkan dari dulu, maka telah selayaknya bagi kita untuk menghentikan ini untuk terciptanya keharmonisan dan persatuan ummat Islam. Yang tak setuju dengan Maulid maka tak ada paksaan untuk ikut melaksakannya, dan hendaklah jangan mencibir orang-orang yang melakukan maulid. Seperti itu pula yang mendukung Maulid hendaklah melaksakannya dengan cara yang full hikmah tanpa ada cacian dan kebencian kepada pihak yang tak setuju.

Alangkah indahnya bila kita bisa saling memahami dan menghormati, sebab sejatinya, ajaran inti dari Islam ialah untuk menebar perdamaian, kasih sayang dan keadilah kepada seluruh ummat insan.

Referensi:
[1] HR. Abu dawud dan at-Tirmidzi
[2] QS. Yunus ayat 58
[3] QS. Al-anbiya ayat 107
[4] HR ibnu ishaq, al-hakim, adz-dzahabi dan ibnu jarir dalam tafsirnya
[5] Sebagaimana riwayat dari Ahmad, ibnu hiban dll
[6] HR. Bukhori Muslim.
[7] QS. Ali imron ayat 164
[8] Tafsir ibnu katsir jilid Four hal. 398
[9] QS al-hajj ayat 32
[10] HR. Muslim
[11] Ushul fiqih ialah metode para ulama dalam menggali hukum dari al-Quran dan Hadits.
[12] Hadits mursal riwayat Bukhori
[13] Kaidah ini beberapa tertulis di kitab-kitab ulama, bagus dalam ilmu fikih maupun ushul fikih, diantarannya pernyataan Ibnu daqiq (w: 702H) dalam kitab ihkamul ahkam syarhu umdatil ahkam jilid 1 hal. 205
[14] Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.
[15] Lihat kitab al-Hawi lil-fatawiy jilid 1 hal.272

Pro Kontra Maulid Nabi, ini Pencerahannya

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :