Presiden Joko Widodo, Dari Tukang Kayu Jadi Presiden Indonesia

Website Islam Institute

Presiden Jokowi: dari Tukang Kayu, Lalu Jadi Pebisnis Mebel, Lantas Jadi Presiden Indonesia

Kembali ke soal nasib Joko Widodo. Dia ke Amerika selaku bakul kayu di tahun 2001, 14 tahun lantas dia berfoto dengan Presiden Amerika Serikat selaku “Presiden Republik Indonesia”.

Islam-institute.com, JAKARTA – Akun Facebook Anton Dwisunu Hanung Nugrahanto, mecatat cerita menarik mengenai hal cerita presiden Jokowi.  Dia bercerita bahwa pada tahun 2001, Joko Widodo hanyalah Pebisnis muda yang biasa-biasa saja. Garis takdir sudah menempa dia jadi petarung kehidupan. Jauh sebelum jadi Pebisnis mebel, Joko Widodo bekerja selaku tukang kayu, pasang lis jendela, atau mengerjakan daun pintu. Duitnya dipakai buat bayar sekolah, beli buku, waktu sekolah di SMAN 6 Solo kesenengannya makan bakso di depan gang cengklik itu juga kalok dia punya duit.

Joko Widodo sewaktu masih muda, akhirnya jadi Presiden Indonesia.

Dia kerja di Aceh tahun 1985. Setelah pulang dari Aceh, Joko Widodo pernah coba ngadu nasib ke Jakarta, tapi dia menyaksikan kota Jakarta nggak jodoh sama rejekinya, “mungkin belum waktunya”. Dia balik lagi ke Solo, naek bus malam yang biasa mangkal di Mampang. hingga di Solo, dia menyusuri bantaran kali dan di sana ia kepikiran untuk usaha jadi tukang kayu saja, ini ia pernah ceritakan asal mula dia jadi Pebisnis kayu.

Joko Widodo punya nasib baik, waktu itu di Solo tengah booming pabrik mebel. Permintaan mebel luar biasa besarnya, ia ketiban rejeki dadakan. Jadi Pebisnis mebel senengnya Joko Widodo ekshibisi, ya ke Amerika Serikat, ya ke Eropa.

Pencerahan Joko Widodo malah terjadi di Eropa. Ia menyaksikan sebuah kota berkembang dengan tatanan yang apik dan atur, ia menyaksikan pertumbuhan kota yang baik ada 2 hal : “Taman dan Tempat Dialog Publik”, nah budaya dialog publik ialah tempat makan, mangkanya dia buat Galabo (Gladag Langen Bogan) tempat kongkow orang Solo sekaligus ruang publik, tanpa sengaja Joko Widodo menyaksikan teori ruang publik Habermas bekerja. Saat dia jadi Walikota Solo, 2 hal itu ia utamakan dalam politik anggaran.

Presiden Joko Widodo berfoto dengan Presiden Amerika Serikat selaku “Presiden Republik Indonesia”.

Kembali ke soal nasib Joko Widodo. Dia ke Amerika selaku bakul kayu di tahun 2001, 14 tahun lantas dia berfoto dengan Presiden Amerika Serikat selaku “Presiden Republik Indonesia”.

Ini ialah ‘jalan Tuhan’. Kenapa kok Joko Widodo mampu semulia itu hidupnya. Coba anda perhatikan, Joko Widodo tidak pernah menghina orang, tidak mencaci maki lawan politiknya. Ia menjalankan hidup dengan iklhas, itu kuncinya. Seperti misalnya Amien Rais rajin sekali serang Joko Widodo, pernah saya tanya ke dia “Mas, itu kok Pak Amien rajin serang ya”. Joko Widodo jawab “Oh, itu karakter”. sesudah politik PAN merapat ke PDIP, selesai pula serbuan Amien, respon singkat Joko Widodo soal karakter, ialah respon orang yang tidak pernah terbeban dalam berhadapan dengan serbuan, naluri inilah yang ternyata memenangkan Joko Widodo dalam bertarung dengan kehidupan.

Jadi benar pepatah lama, “Orang yang sukses bukanlah orang yang smart, orang yang jenius, tapi orang sukses lebih ditetapkan karakter, lebih ditetapkan sikapnya dalam menyaksikan kehidupan”.

Contohnya ya Joko Widodo, dari tukang mebel dan pemain politik lokal sebentar lagi diperhitungkan jadi figur publik paling berpengaruh di Asia Tenggara. Sebab sikapnya yang santai saat dihina orang, malah yang menghina kabarnya beberapa yang tidak baik hidupnya, rejekinya nggak lancar, ya gimana mau lancar pikirannya ditanam hal hal yang tidak baik. Tiap hari kerjanya bagaimana hina Joko Widodo, apa nggak capek ya?  (Akun Facebook Anton Dwisunu Hanung Nugrahanto)

 

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :