Presiden Assad: Turki dan Arab Saudi Hanyalah Budak Bagi Tuannya

Presiden Bashar al-Assad: para delegasi yang dibentuk di Riyadh ialah kombinasi dari para pengkhianat dan para teroris….

 

Islam-institute, SURIAHPresiden Suriah Bashar al-Assad menjelaskan dalam perjumpaan dengan para pengacara senior pusat dan beberapa dewan sub di berbagai provinsi, bahwa Turki dan Arab Saudi ndak mempunyai keputusan untuk menyerbu Suriah sebab mereka berdua hanyalah budak dan pelaksana. Kita wajib mencari siapa sejatinya sang tuan bagi Turki dan Arab Saudi kalau memang ada keinginan untuk masuk dalam peperangan di suriah.

Presiden Assad menerangkan bahwa Turki dan Arab Saudi hanyalah corong bagi tuan mereka berdua, sementara keputusan untuk masuk secara angkatan bersenjata di Suriah cuma kalau ada perintah dari sang tuan itu.

Presiden Bashar al-Assad menjelaskan bahwa target dari musuh-musuh Suriah ialah pembentukan konstitusi sektarian sehingga dengan sedemikian masing-masing golongan jadi bergantung pada pihak luar untuk memperkuat posisinya.

Presiden al-Assad menambahkan bahwa pemilihan presiden ialah pukulan keras bagi mereka, sebab hal itu datang selaku penegasan atas konstitusi yang sekarang berlaku dan kepatuhan rakyat Suriah kepada pemerintah. Tidaklah mungkin untuk menerima hal-hal yang bertentangan dengan itu dan yang jadi perhatian kami seluruh ialah kedaulatan rakyat Suriah. Dia memperlihatkan bahwa tiap-tiap proses transisi wajib tunduk pada konstitusi yang waktu ini berlaku, ritual atas dasar konstitusi tersebut ndak akan berhenti cuma kalau kami sudah mencapai konstitusi yang baru, Middle East Panorama (15/02) memberitakan.

Presiden al-Assad menjelaskan bahwa gencatan senjata cuma mampu terealisasi antara dua pasukan dan bukan antara negara dan para teroris, dan siapapun yang mengangkat senjata melawan negara dan kepada rakyat Suriah ialah teroris.

Ia menjelaskan perang atas Suriah sudah ter-internasionalisasi semenjak hari-hari pertama sementara pembahasan para musuh Suriah mengenai hal gencatan senjata ndak diawali kecuali waktu sudah tampak bagi mereka kekalahan untuk kekalahan yang diderita para anggota milisi bersenjata, dan mereka sama sekali ndak membahas mengenai hal perang melawan terorisme sebab perubahan fakta di lapangan.

Adapun berhubungan dengan dialog antara pemerintah Suriah dan kubu teroris bersenjata, Presiden Bashar al-Assad menekankan bahwa ndak ada negara yang membenarkan untuk melangsungkan dialog dengan para teroris. Kami ndak akan menerima untuk berdialog dengan para teroris, sementara para delegasi yang dibentuk di Riyadh ialah kombinasi dari para pengkhianat dan para teroris.  (AL/SFA)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :