prajurit Gabungan AS Gempur Basis ISIS 24 Jam Non Stop Tanpa Hasil?

Website Islam Institute

prajurit Gabungan AS Gempur Basis ISIS 24 Jam Non Stop, Apa Hasilnya?

Haider al-Abadi sudah melaksanakan reformasi di dalam tubuh pemerintah Irak. Ia mencoba mengembalikan sepertiga wilayah Irak yang hilang diambil oleh ISIS.

 

Serbuan Udara: Ilustrasi

 

Islam-institute.com, ANKARAprajurit gabungan yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) sudah melaksanakan 22 serbuan udara ke sejumlah basis ISIS di wilayah Suriah dan Irak dalam waktu 24 jam non stop.

“Ada 3 serbuan di dekat Hasaka, timur laut Suriah yang memukul unit taktis dan menghancur-leburkan basis perlawanan ISIS, bunker serta eskavator,” ucap Jubir Tentara gabungan seperti dinukil dari Independent, Senin (17/8/2015).

Kecuali serbuan di dekat Hasaka, serbuan tersebut juga menyasar sasaran di Aleppo yang sukses memukul mundur unit taktis ISIS. Serbuan juga diarahkan ke Kobani, kota yang berdekatan dengan Turki. Di kota itu, serbuan sukses menghancur-leburkan 3 posisi Peperangan dan unit taktis ISIS.

Loading...
loading...

Adapun serbuan berbarengan dengan Tentara pemerintah Irak, Tentara gabungan melancarkan 15 serbuan dengan menargetkan markas ISIS dan peralatan perang yang ada di dekat Baiji, Fallujah, Mosul, dan Sinjar. Serbuan udara di Irak dilancarkan di tengah kekacauan politik dalam negeri yang melanda negara itu.

Panel parlemen Irak menyerukan pengadilan kepada eks Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan puluhan pejabat lainnya sebab dinilai bertanggung jawab atas jatuhnya Mosul ke tangan ISIS tahun lalu.

Tim panel parlemen Irak menuding Maliki tidak mempunyai infromasi akurat terkait ancaman yang ditujukan ke Mosul sebab ia memilih pejabat yang korup.

Sementara Perdana Menteri Haider al-Abadi memerintahkan komadan angkatan bersenjata yang meninggalkan pos mereka di Ramadi, ibukota Provinsi Anbar yang diserbu oleh ISIS pada bulan Mei lalu, untuk Hadir dan menjalani persidangan angkatan bersenjata.

Loading...

Dalam seminggu ini, Haider al-Abadi sudah melaksanakan reformasi di dalam tubuh pemerintah Irak. Ia mencoba mengembalikan sepertiga wilayah Irak yang hilang diambil oleh ISIS. Ia juga memangkas 11 pos kementerian, termasuk mencopot 3 Wakil Perdana Menteri dan menggabungkan 4 kementerian yang serupa. (al/esn)

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :