Prabowo-Sandi Beda Data soal Utang, TKN: Bahaya!

Calon Presiden Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno memaparkan data tak sama soal utang yang ditanggung tiap masarakat Indonesia. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menjelaskan hal ini memperlihatkan masalah serius.

“Masalah data saja tidak kompak apalagi soal-soal yang lain. Amat berbahaya jika Calon Presiden dan cawapresnya bahkan mempergunakan basis data yang salah dan salah atau sengaja dikelirukan untuk kepentingan elektoral,” kata Jubir TKN Presiden Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily ke awak media, Kamis (3/1/2019).

Sandiaga telah meluruskan soal perbedaan data utang itu. menurutnya, walaupun angka yang disampaikan tak sama dengan Prabowo, intinya Indonesia punya problem utang.

Prabowo sebelumnya menjelaskan tiap bayi yang baru lahir di Indonesia waktu ini sudah menanggung utang Rp 9 juta. Sementara itu, Sandi menyebut tiap anak di tanah air sekarang wajib menanggung beban utang negara Rp 13 juta

Ace menilai isu utang didaur ulang pasangan Prabowo-Sandi. Bahkan, lanjut Ace, jalan penyelesaian yang ditawarkan cenderung klise dan kebanyakan telah dikerjakan Presiden Jokowi.

“Isu utang ini senantiasa didaur ulang. Stok lama kemasan baru. Tidak ada yg baru dari argumen yang disampaikan. Bahkan jalan penyelesaian yg disampaikam Sandi bahkan klise telah dijalankan oleh Pak Presiden Jokowi, baik menaikkan ekspor, menurunkan impor, memperbanyak kandungan lokal (TKDN),” kata dia.

Ia menjelaskan Prabowo-Sandi seakan tutup mata bahwa masalah utang bukan cuma terjadi di pemerintahan Presiden Jokowi. Malah, kata Ace, Presiden Jokowi bahkan melaksanakan reformasi fiskal supaya keuangan negara makin mandiri.

“Prabowo dan Sandi seakan-akan tutup mata bahwa utang waktu ini juga warisan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Malah waktu Pak Presiden Jokowi dikerjakan reformasi fiskal supaya keseimbangan primer sanggup ditekan sehingga keuangan negara makin mandiri,” papar Ace.
“Keseimbangan Primer ke nol (buruk Rp 1,8 triliun) jauh lebih baik dari planning APBN sebesar buruk Rp 87,3 triliun,” imbuh dia.

Sebab itu, Ace menilai isu utang yang kerap ‘digoreng’ pihak penantang Adalah pembodohan politik. menurutnya, Prabowo-Sandi tidak memberikan pemahaman yang benar soal utang.

“Selaku Pebisnis, Prabowo dan Sandi tentu amat paham sebab juga punya utang. Bahwa yang penting ialah utang dikelola dengan hati-hati, efektif, dan dipakai untuk produktif. Utang itu dipakai untuk membiayai hal-hal yang sifatnya produktif dan mendatangkan nilai tambah bagi perekonomian. Jadi usaha sandiwara soal utang ini cuma usaha pembodohan politik,” pungkas Ace.

sumber: detik.com

Shared by Samsul Anwar

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.